Viewed 15 Times

Nutricia Sarihusada Ajak Para Ibu Tanggap Alergi Protein Susu Sapi

0

MEDIA MALANG – Perusahaan susu formula untuk bayi dan anak, Nutricia Sarihusada kampanye mengajak para ibu untuk tanggap alergi protein susu sapi dan bayi pada anak. Banyak ibu yang memberikan susu sapi sebagai tambahan selain air susu ibu (ASI).

Allergy Care Manager Nutricia Sarihusada, Prawira Winata mengemukakan perusahaan sengaja mengadakan kampanye ini. Dengan kegiatan tersebut, diharapakan para ibu akan lebih mendapatkan pengetahuan tepat terkait dengan alergi anak.

“Untuk memahami tentang alergi, orangtua juga harus mengenali diri sendiri dan sifat si anak. Bahkan, di lingkungan sekitar mereka juga harus bisa mengelola tantangan yang dihadapi dengan pola asuh yang tepat,” kata Prawira saat jumpa pers di Rumah Sakit (RS) Wafa Husada Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (30/9).

Ia mengatakan, kampanye yang dilakukan adalah dengan 3K yaitu kenali, konsultasikan dan kendalikan. Edukasi ini sengaja ditujukan untuk para ibu yang memiliki bayi, yang memberikan asupan susu baik melalui ASI maupun susu formula.

Ia menambahkan, pada 2016, perusahaan telah mengedukasi lebih dari 13 juta ibu melalui program Bunda tanggap alergi dengan 3K. Sementara itu, pada 2017 program tersebut dilanjutkan dengan memberi pengetahuan lebih dalam mengenai alergi pada si anak.

Kegiatan ini, kata dia, sudah dilakukan di delapan kota dan kabupaten di Indonesia, misalnya Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Malang.

Sementara itu, dr Nur Ramadhan, SpAM Biomed, salah satu dokter ahli ilmu biomedik dari RS Wafa Husada Kepanjen, Kabupaten Malang, menjelaskan bahwa gejala akibat alergi susu sapi ini dapat menyerang sistem gastrointestinal sebesar 50-60 persen, kulit 50-60 persen, dan juga sistem pernafasan 20-30 persen. Reaksi alergi juga dapat timbul berupa eksim pada kulit, saluran nafas, kolik, diare berdarah, hingga konstipasi.

Ia menambahkan, banyak yang bisa memicu terjadinya alergi pada anak, salah satunya tingginya protein yang dihasilkan pada susu sapi tersebut. Jika anak terkena alergi, penanganan harus secepatnya dilakukan, sebab bisa memengaruhi kesehatannya di masa depan.

“Jika tidak segera ditangani dan dibiarkan, itu dapat menganggu optimalisasi tumbuh kembang si anak. Bahkan, dampak jangka panjangnya bisa memengaruhi kesehatan di usia dewasa,” jelasnya.

Psikolog anak dan keluarga, Gisella Tani Pratiwi MPsi yang juga hadir di lokasi menambahkan, anak yang terkena alergi susu sapi rentan mengalami stres dan kecemasan berlebihan. Kondisi itu membuat ia tidak bisa bermain dan ceria seperti anak lainnya.

“Reaksi alergi yang dialami oleh si anak juga dapat membuatnya kurang tidur, sehingga tubuh mudah lelah dan sulit konsentrasi ketika belajar. Ini secara otomatis juga bisa menurunkan rasa percaya diri si anak di lingkungan sosial,” kata Gisella. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.