Viewed 2 Times

Nelayan Malang Lebih Suka Jual Ikan ke Bali

0

MEDIA MALANG – Nelayan di Kabupaten Malang, selama ini lebih suka menjual ikan hasil tangkapannya ke Tanjung Benoa, Bali, ketimbang menjualnya di tempat pelelangan ikan Pondok Dadap, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Salah satu faktor penyebabnya, infrastruktur yang belum optimal.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kabupaten Malang Endang Retnowati mengemukakan pemerintah berupaya memperbaiki fasilitas di tempat pelelangan ikan, dengan harapan hasil tangkapan bisa lebih banyak dijual di Malang.

“Pengiriman ikan biasanya ke Benoa, Bali. Kalau melalui Malang, belum pernah,” ujarnya pada wartawan Selasa (26/9).

Pihaknya menyebut, pengiriman ikan ke luar Malang tersebut menyulitkan pemkab dalam mengukur nilai tukar nelayan. Salah satu alasannya, data penjualan antardaerah sulit dikontrol, padahal data itu dibutuhkan untuk mengukur kesejahteraan nelayan.

Untuk itu, saat ini pemkab berupaya melakukan pemutakhiran data yang tujuannya mengetahui tingkat kesejahteraan riil di Malang, termasuk data produksi yaitu stok, ekspor dan impor ikan, serta kemampuan atau daya beli nelayan terkait kebutuhan pokok serta tingkat konsumsi ikan per kapita selama setahun.

“Itu pekerjaan rumah paling utama bagi kami. Tingkat pendapatan sekarang ini belum menggambarkan nilai tukar nelayan yang sebenarnya,” katanya.

Produksi ikan di pantai wilayah Kabupaten Malang, hingga triwulan ketiga 2017, untuk perikanan tangkap mencapai sebanyak 7.037,68 ton terbagi sebanyak 6.743 ton ikan tangkap di laut dan 284,21 ton ikan tangkap di perairan umum. Adapun produksi perikanan budidaya sebanyak 10.498,60 ton dan 5.471 ton ikan olahan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.