Viewed 8 Times

Naik Trail, Mensos Serahkan Santunan untuk Korban Longsor Pangandaran

0

MEDIA MALANG – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan santunan pada korban tanah longsor di Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sulitnya medan, Mensos dibonceng sepeda motor trail oleh Kapolsek Sidamulih. Sebelumnya, Mensos harus menumpang mobil double cabin sejauh 30 kilometer sebelum kembali menumpang motor trail sejauh 2 kilometer mencapai titik lokasi bencana. Selain lokasinya jauh, jalan menuju ke tempat itu juga terjal, sempit dan licin. Bahkan, masih ada dua titik jalan terputus.

Dengan menumpang trail itu, Mensos juga lebih leluasa menyambangi sejumlah lokasi, di antaranya beberapa rumah yang mengalami rusak berat serta dapur umum lapangan (Dumlap). Di Dumlap, Mensos melihat secara langsung aktivitas sejumlah anggota tagana yang bertugas menyediakan makanan bagi pengungsi dan relawan. Tidak lupa ia juga memberi semangat dan mengucapkan terimakasih kepada anggota Tagana dan relawan lainnya yang masih berjaga mengingat hujan masih sering turun dan kondisi tanah masih bergerak.

Di lokasi bencana, Mensos memberikan bantuan santunan kematian (BSK) kepada empat ahli waris korban yang meninggal dunia. Keempatnya juga masih satu keluarga, masing-masing atas nama Arshin (55), Yuyun (35), Aldi (5), Andika (10 bulan) masing-masing menerima santunan kematian sebesar Rp.15 juta, sehingga total santunan yang diberikan senilai Rp.60 juta.

Saat bertemu kerabat dan ahli waris korban, Khofifah menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam atas kejadian tersebut. Khofifah pun memimpin doa untuk para korban meninggal bersama warga setempat.

“Semoga korban meninggal diberikan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan dan ketabahan,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (10/10).

Sebelumnya, sesaat setelah bencana, Kemensos juga telah memberikan bantuan logistik bagi pengungsi senilai total Rp.251,9 juta terdiri dari paket lauk pauk, alat makan, alat masak, tenda gulung, tenda keluarga, selimut, matras, “Family kit”, dan “Food ware”.

Khofifah mengatakan, Kementerian Sosial juga mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Dumlap sesaat setelah mengetahui Pangandaran diterjang banjir dan longsor.

Ke depannya, lanjut dia, Kementerian Sosial akan menginisiasi terbentuknya Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Pangandaran.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Adhy Karyono mengatakan dibentuknya Kampung Siaga Bencana ini bertujuan agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan penanggulangan bencana

“Semoga tidak ada lagi bencana alam yang menambah beban masyarakat kita. Saya berharap masyarakat juga tetap waspada, bersiaga, dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana serupa mengingat saat ini sudah masuk musim penghujan,” katanya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.