Viewed 2 Times

Mensos Ajak Pelaku Usaha dan Filantropi Petakan Masalah Sosial

0

MEDIA MALANG – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak para pelaku dunia usaha dan filantropi ikut melakukan pemetaan masalah sosial dengan melakukan sinergitas intervensi.

Mensos mengemukakan, pemetaan itu dinilai penting. Hal itu sebagai upaya menguatkan kemitraan antara pemerintah dengan wasta (public-private partnership), dengan harapan intervensi yang dilakukan lebih punya daya ungkit terhadap pemberdayaan masyarakat.

“Kita perlu membangun kemitraan strategis dengan swasta dan elemen masyarakat pada umumnya. Karenanya dalam Temu Nasional ini kita petakan wilayah sasaran dengan program yang fokus sesuai ‘Passion’ masing-masing filantropi,” kata Mensos dalam acara Temu Nasional bertajuk Optimalisasi Peran Dunia Usaha dan Filantropi dalam Penanggulanan Kemiskinan, Pengangguran dan Ketimpangan Sosial yang berlangsung di Jakarta, dalam rilis yang diterima, Jumat.

Ia mencontohkan Kementerian Sosial memiliki tugas dan fungsi dalam perlindungan dan jaminan sosial, penanganan fakir miskin, rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial. Di dalamnya mencakup program Beras Sejahtera, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza, penyandang disabilitas, bansos untuk lansia, bantuan untuk anak terlantar, dan lain-lain.

“Pertemuan ini sangat strategis, untuk itu mari segera kita petakan bersama sesuaitugas dan fungsi tersebut,” kata perempuan asal Surabaya, Jawa Timur ini.

Misalnya, kata dia, perusahaan A akan turun membantu dalam bidang rehabsos korban napza, di wilayah yang lain atau perusahaan B akan berfokus di bidang pendidikan di wilayah mana, sementara perusahaan C fokus pada lansia dan sebagainya.

“Dengan pemetaan dan panduan yang jelas maka diharapkan intervensinya akan semakin terukur,” ujar Khofifah.

Mensos menambahkan kalangan dunia usaha dan filantropi selama ini telah melakukan berbagai program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau “Corporate Social Responsibility” (CSR) bagi kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini perlu sinergikan lebih kuat agar daya dorong dan daya ungkitnya makin maksimal,” katanya.

Untuk itu, Mensos berharap pemerintah bersama dunia usaha dan filantropi dapat bersatu dan bersinergi, sehingga dampaknya akan lebih terasa kepada masyarakat.

“Sedemikian luasnya Indonesia ini tetap terlayani dengan baik kalau kita bergandengan tangan dengan kemitraan yang lebih luas dan lebih terkordinasi,” katanya.

Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menambahkan program prioritas pemerintah saat ini adalah penurunan pengangguran dan pengurangan ketimpangan sosial. Kemitraan itu juga bisa mendukung program pemerintah.

“Kemitraan dengan filantropi dan pelaku dunia usaha diperlukan tidak hanya dari segi dana tapi juga keahliannya untuk mempercepat terwujudnya bangsa Indonesia yang mandiri dan sejahtera,” kata Sri. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.