Mendikbud Tekankan Zonasi untuk Pemerataan Serapan Siswa

0

MEDIA MALANG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan sistem zonasi yang diberlakukan pemerintah saat ini sebagai upaya agar terjadi pemerataan pendidikan. Kebijakan zonasi tersebut juga berdasarkan otonomi daerah, dengan harapan semua sekolah sama.

“Sistem ini untuk menentukan komposisi serapan siswa secara merata. Dan ini sifatnya juga otonom karena daerah yang tahu,” katanya dalam acara Festival Al Banjari Jatim 2017 yang digelar Yayasan Islam Shalahuddin Malang, Minggu (12/11).

Kebijakan itu, kata dia, sekaligus sebagai salah satu solusi pemerataan siswa baik di sekolah negeri ataupun swasta. Pemerintah berupaya agar semua sekolah mendapatkan perlakuan yang sama. Untuk itu, jika ada kendala, pemerintah akan turun tangan. “Bila daerah tetap menghadapi kendala, akan kami monitor, advokasi serta memberikan panduan agar tidak makin banyak swasta bertumbangan,” katanya.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Shalahuddin M. Bisri mengemukakan jumlah siswa di sekolah swasta baik SMA/SMK semakin susut. Pria yang juga rektor Universitas Brawijaya Malang ini berharap kebijakan pemerintah bisa berdampak positif, sehingga terjadi pemerataan pendidikan termasuk yang bersekolah di sekolah swasta.

Walikota Malang Moch Anton mengakui belum adanya pemerataan jumlah siswa menjadi kendala tersendiri. Namun, ia mendukung sepenuhnya program pusat terkait dengan zonasi tersebut.

“Ini masalah tersendiri. Karena kehadiran SMA swasta pada dasarnya untuk pemerataan layanan pendidikan,” ujar pria yang akrab disapa Abah Anton ini.

Namun, ia juga terus mendorong anak-anak agar lebih kreatif serta inovatif, sehingga ke depan mereka juga siap menghadapi tantangan. Sistem zonasi diharapkan tidak membuat mereka merasa terkucil, tapi harus bersemangat untuk belajar lebih baik. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Comments are closed.