Viewed 10 Times

Mantan Anggota HTI Sebut Nasionalisme Tidak Sesuai dengan Islam

0

MEDIA MALANG – Pemerintah berencana membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), banyak pihak memberikan dukungan salah satunya karena pandangan mereka yang dianggap menjatuhkan Pancasila dan NKRI. Hingga kini, pembubaran HTI masih dalam proses hukum.

Mantan anggota HTI, Ainur Rofik Al Amin mengatakan, organisasi masyarakat itu memiliki metode tersendiri dalam mendidik kader. Bahkan, HTI siap untuk membimbing mereka secara individu hingga akhirnya siap kembali membaur ke masyarakat.

“Metode pengkaderan mereka lebih serius. Sifatnya dari individu ke individu, kalau mereka sudah tertarik di ajak holakoh. Kalau sudah matang diajak untuk interaksi dengan masyarakat,” katanya dalam diskusi Membongkar Proyek Khilafah Ala Hizbut Tahrir Indonesia, di D’Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (30/5).

Namun hal yang paling bertentangan dengan Pancasila adalah pandangan mereka terhadap dasar negara tersebut. HTI menganggap paham yang berbeda adalah buruk, bahkan mereka menganggap nasionalisme itu buruk.

“Dalam syiratul fikri mengkritik yang tidak sesuai dengan pandangan Islam HTI. Nasionalisme menurut HTI itu buruk. Intinya ingin mengkritik nasionalisme tidak sesuai dengan Islam. Mati-matian mengkritik demokrasi,” jelasnya.

Selain itu, Ainur mengungkapkan, HTI berusaha mencari celah agar paham khilafah mereka dapat diterima oleh masyarakat. Salah satu cara yang digunakan adalah mengkritik rezim dan sistem dalam satu negara.

“Perang politik mereka akan mengkritik rezim yang dia tempati. Entah di Timteng, Indonesia atau apapun. Bahkan kalau perlu demo. Menelanjangi kebobrokan rezim itu. Ini gara-gara sistem ini, narkoba muncul, koruptor muncul, perdanya tidak bagus. Lalu pada akhirnya dia akan menawarkan solusinya adalah khilafah,” ujarnya.

Ainur menambahkan, setelah masyarakat sudah tertarik dengan gagasan Hizbut Tahrir (HT) tersebut. Maka rakyat akan berpikir dan akhirnya menerima sistem pemerintahan Khilafah yang diinginkan.

“Dia akan menerima mandat pemerintahan dari rakyat. Yang sudah di dakwahi untuk menyerang sistem. Rakyat sudah mampu dan akan menyerahkan syariat islam kepada HT,” tutupnya. (*)

Editor   : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.