Viewed 58 Times

Manisnya Usaha Keripik Pisang

0

MEDIA MALANG – Usaha keripik pisang menjadi salah satu andalan warga Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Bahkan, usaha ini juga menyerap tenaga kerja sekitar, sehingga warga pun semakin sejahtera.

Salah satu pengusaha keripik pisang adalah yang dikelola Syamsul Arifin. Ia sudah melakoni usaha ini sejak lima tahun lalu. Berawal dari mencoba membuat keripik, yang kemudian ditawarkan dari warung ke warung, saat ini usahanya semakin berkembang.

“Kami merintis dari bawah, sering jatuh bangun. Bahkan, menawarkan keripik pisang sering ditolak, diremehkan dan tak digubris calon pembeli, tapi kami tidak menyerah,” katanya pada wartawan, Jumat (19/5).

Membuat keripik pisang itu, Syamsul dibantu sejumlah tetangganya. Mereka membantu mengupas pisang mentah, merajangnya menjadi potongan kecil dan siap goreng. Sebelum masuk penggorengan, pisang dicampur dengan cairan gula pasir hingga merata. Jenis pisang yang dipilih adalah raja nangka.

Untuk pekerjaan menggoreng, Syamsul lebih suka melakoninya sendiri. Selain memerhatikan besar kecilnya api, faktor panasnya minyak goreng juga jadi penentu bagus atau tidaknya kualitas gorengan keripik.

Menjelang Ramadhan 2017, ia kini banjir pesanan, bahkan hingga luar kota, misalnya Surabaya. Kapasitas produksi usahanya mencapai 2 ton, dengan harga jual keripik Rp.15 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kepala Desa Tumpakrenteng, Helmiawan Khodidi mengatakan pemerintah desa terus mendorong warga menjadi wirausaha dengan memberikan pelatihan, pembinaan, bahkan memfasilitasi permodalan.

“Kami mengembangkan potensi desa agar warga tidak tergerak urbanisasi dan kerjake luar negeri,” kata Helimiawan.

Usaha itu rupanya membawa pengaruh positif. Saat ini, jumlah warga yang memilih menjadi TKI menurun drastis, dari 500 menjadi 200 orang.

Ia berharap, warga desa lainnya juga terus tergerak lebih memilih berwirausaha ketimbang menjadi TKI. Dengan itu, tingkat pengangguran di desa pun juga bisa semakin ditekan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.