Makanan Ini Mengandung Kalium Terbanyak Baik untuk Obati Darah Tinggi

0

MEDIA MALANG – Kalium merupakan salah satu nutrisi penting dalam menjaga tubuh sehat, sehingga
dianjurkan untuk dikonsumsi secara teratur. Makanan yang mengandung kalium tergolong tidak sulit
ditemukan dan dapat dimasukkan dalam pola makan sehari-hari.

Fungsi kalium antara lain menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan memastikan fungsi otak, saraf,
otot, dan jantung bisa bekerja normal. Kalium juga menstabilkan tekanan darah tinggi sehingga mencegah
stroke dan penyakit jantung, sekaligus mencegah pengeroposan tulang dan pembentukan batu ginjal.
Kekurangan kalium dapat memicu rasa lelah, depesi, sulit tidur, lemah pada otot, dan gangguan
kardiovaskular.

Konsumsi kalium yang disarankan untuk dewasa yaitu 4.700 mg per hari. Asupan kalium lebih dianjurkan
diperoleh dari asupan makanan. Untuk konsumsi suplemen kalium disarankan melalui konsultasi dokter
terlebih dulu.

Berikut beberapa jenis makanan yang mengandung kalium terbanyak yang dapat dikonsumsi sehari-hari:

Pisang
Manfaat pisang dari tiap satu buah termasuk kandungan kalium, yaitu sekitar 400 mg. Kandungan
karbohidrat sehat di dalamnya juga mampu membuat perut terasa kenyang serta membantu meningkatkan
metabolisme. Selain itu, pisang juga merupakan sumber serat, vitamin B6, dan vitamin C. Sebuah studi
menunjukkan, pisang sebagai camilan berenergi tinggi yang baik untuk dikonsumsi oleh para atlet setelah
berolahraga.

Kentang
Hampir seluruh jenis kentang termasuk makanan yang mengandung kalium terbanyak. Satu buah kentang besar
bisa memiliki 900 mg kalium. Kentang juga menyediakan nutrisi lain termasuk karbohidrat, vitamin B6,
vitamin C, serat, dan zat besi. Meski demikian, perhatikan pula cara penyajian kentang. Memanggang
kentang merupakan salah satu cara terbaik untuk mengolah dan hindari menambahkan saus atau keju yang
berlebihan.

Ubi
Manfaat ubi disebut memiliki kandungan kalium yang lebih tinggi dibandingkan pisang. Kandungan kalium
dari satu buah ubi ukuran sedang bisa mencapai hampir 700 mg. Apalagi kalori ubi tergolong lebih rendah,
dilengkapi dengan serat, karbohidrat dan beta karoten yang bermanfaat bagi tubuh. Ubi memiliki rasa yang
lezat dan dapat diolah sesuai selera.

Tomat
Tomat segar merupakan salah satu sumber kalium. Namun, tomat yang sudah diolah menjadi saus atau pasta
mengandung lebih banyak kalium. Pilihan lain yaitu tomat yang sudah dikeringkan, dengan kandungan lebih
dari 1800 mg kalium per 55 gram. Tomat jenis ini juga tinggi serat, protein, dan vitamin C yang sangat
baik untuk membantu meningkatkan sistem imunitas dan pencernaan..

Kacang Merah
Kacang merah merupakan sumber kalium yang tinggi, yaitu sekitar 600 mg dari sekitar 185 gram kacang
merah. Kacang jenis ini dapat dimasukkan ke dalam salad atau dihaluskan. Pilihan lain yaitu kacang
kedelai atau sering disebut edamame. Selain kaya kandungan kalium, edamame dapat berfungsi sebagai
antiperadangan pada tubuh.

Alpukat
Manfaat alpukat mengandung kalium lebih dari 900 mg per buah, beserta lemak sehat serta bebas sodium
dan kolesterol. Alpukat dapat dicampur dalam beragam jenis makanan, atau dijadikan smoothie bersama
dengan pisang, air kelapa, dan yogurt rendah lemak.

Ikan
Sebagian besar ikan banyak mengandung kalium, termasuk salmon, tuna dan ikan laut lainnya. Selain itu,
ikan juga kaya asam lemak omega 3 dan vitamin D. Kemudian, pastikan ikan yang dikonsumsi tidak memiliki
kandungan merkuri yang tinggi. Ikan dapat dioleh menjadi berbagai jenis sajian, namun hindari
menggoreng.

Susu
Satu cangkir susu mengandung lebih dari 300 mg kalium, sementara susu bebas lemak bisa mencapai hampir
400 mg kalium. Semakin tinggi lemak dalam susu, maka kandungan kalium semakin rendah. Selain itu,
yogurt dapat menjadi alternatif mengonsumsi produk olahan susu yang kaya kalium. Satu cangkir yogurt
mengandung 350-500 mg kalium. Manfaat lain yogurt yaitu mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan.

Konsumsi makanan yang mengandung kalium setiap hari agar kondisi tubuh tetap fit. Jika memiliki kondisi
kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter mengenai jumlah asupan kalium yang sesuai. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : alodokter.com

Comments are closed.