Viewed 27 Times

Mahasiswa UB Ciptakan Perangkat EKG Portable Pantau Aktivitas Jantung

0

MEDIA MALANG – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil menciptaka perangkat Elektrokardiogram (EKG) portabel, sebagai upaya memantau aktivitas jantung pasien.

Lima mahasiswa tersebut antara lain M Azril Muttaqin (FT). Ia dibantu empat anggota timnya, yaitu Idam Almualif (FT), Ibrahim Hasan (FT), Raras Ambarjati Susilohadi (FK), dan Ruth Katrin Goldina (FK),

Azril mengemukakan, terjadinya kasus kematian “Prematur”. Pada 2008 diperkirakan 17,3 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Lebih dari 3 juta kematian ini terjadi sebelum usia 60 tahun dan harus dicegah. Kematian “Prematur” yang disebabkan oleh penyakit jantung itu terjadi di kisaran 4 persen di negara-negara berpenghasilan tinggi dan mencapai 42 persen di negara-negara berpenghasilan rendah.

Ia dengam tim menciptakan EKG, yaitu sinyal fisiologis yang dihasilkan oleh aktivitas listrik jantung. Pada proses monitoring, sinyal EKG akan diukur dalam jangka waktu yang lama untuk memantau aktivitas jantung pasien. Saat pasien sedang dalam proses monitoring kadang ia harus menjalani pemeriksaan lainnya yang mengharuskannya untuk bergerak. “Dalam kondisi ini pemantauan sinyal EKG pasien biasanya dihentikan karena perangkat EKG yang terpasang tidak dapat dibawa kemana-mana,” katanya dilansir dari situs teknik.ub.ac.id, Kamis hari ini.

Lebih lanjut, ia menambahkan, timnya menawarkan solusi baru, CABLE, perangkat EKG portabel yang terhubung ke perangkat transmisi data nirkabel dan penampil sinyal elektrokardiograf yang terhubung ke perangkat komputer. Perancangan alat ini diharapkan dapat mengatasi penanganan tertunda pada pasien selama proses monitoring.

Komponen dan rangkaian perangkat dirakit terlebih dahulu lalu dirangkai pada sebuah box. CABLE menggunakan baterei Ion Polimer 11.7V sehingga tahan lama, Sensor Electrode Ag/Agklik sebagai konverter sinyal ion menjadi sinyal listrik, teknik Sighting menggunakan teori segitiga Einthoven, Amplifier Sinyal AD8232, Arduino Nano, dan Modul Nirkabel NRF24L01 dengan frekuensi 2.4GHz, SPI dengan host.

“CABLE dapat dengan mudah diletakkan di sabuk pasien Alat ini dapat mengirim sinyal dengan kuat dari EKG ke komputer melalui modul nirkabel NRF24L01 yang memungkinkan pasien bergerak bebas dan menjalani perawatan lain pada saat monitoring dan datanya tetap dapat dilihat melalui PC/laptop,” ujar Azril.

Gagasan tersebut telah diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2017. Tim tersebut dibimbing langsung oleh Nurussa’adah MT (FT). Yang bersangkutna juga selalu mendampingi selama proses “study literatur”, spesifikasi alat, desain, pembuatan alat, hingga uji coba dan evaluasi alat.

“Dari evaluasi yang sudah dilakukan, tingkat keberhasilan alat ini mencapai 81%,” ujar mahasiswa Teknik Elektro ini. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : teknik.ub.ac.id

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.