Viewed 54 Times

Mahasiswa Ini Kembangkan Alat Peningkat Produktivitas Padi

0

MEDIA MALANG – Sejumlah mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil mengembangkan sebuah alat peningkat produktivitas padi. Alat yang diberi nama “Tersimeniom” ini dibuat dengan teknik sonic bloom atau memanfaatkan frekuensi kicauan burung.

Tim UB diwakili oleh Tim Divisi Aerokreasi Jurusan Teknik Mesin, yang terdiri dari Siti Amalina Azahra (Angkatan 2014), Achmad Syafi’udin (2013), Dimas Eko Prasetyo (2013), dengan dibimbing dosen Bayu Satriya Wardhana.

Ketua Tim Amalina, mengemukakan pembuatan perangkat ini terinspirasi dari riset peneliti asal Australia, Dr. Dan Carlson, yang meneliti bahwa pembukaan stomata pada tumbuhan dapat dipengaruhi oleh frekuensi kicauan burung.

“Dengan pembukaan stomata yang lebih besar, dapat mempengaruhi hasil fotosintesis karena penyerapan CO2 dan mineral lebih maksimal,” kata mahasiswi asal Tangerang tersebut, Kamis hari ini.

Dari hasil studi literatur yang dilakukan oleh tim, lanjut dia, ternyata frekuensi kicauan burung yang dapat mempengaruhi pembukaan stomata tumbuhan berada di kisaran 3000-5000 Hz. Kemudian, tim berinisiatif membuat alat yang dapat memancarkan frekuensi suara audiosonik yang frekuensinya setara dengan kicauan burung, khususnya burung kutilang.

Dimas, anggota tim, menerangkan bahwa perangkat ini telah diujicoba di Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UB. Uji coba ini terkait dengan pengaruh frekuensi terhadap pembukaan stomata dan morfologi atau bentuk fisik tanaman padi. Morfologi yang diteliti terdiri dari akar, tinggi tanaman, dan jumlah bulir.

Dari hasil uji pembukaan stomata, didapatkan hasil pembukaan stomata meningkat hampir dua kali lipat. Yakni dari 3,839 mikrometer menjadi 5,8 mikrometer. Sedangkan dari uji morfologi, didapatkan tanaman padi dengan perlakuan pemberian suara kicauan burung, dapat tumbuh lebat dan akarnya bertambah panjang. Namun untuk tinggi tanaman padi tidak diperoleh hasil yang signifikan.

“Kesimpulannya sangat berpengaruh dan meningkatkan produktivitas. Tanaman padi yang dekat dengan perangkat dapat menghasilan 27 bulir per tanaman, sedangkan yang jauh hanya menghasilkan 16 bulir per tanaman,” beber mahasiswa asli Malang itu.

Syafi’udin, anggota tim lainnya menambahkan untuk sementara jangkauan efektif perangkat ini hanya berfungsi untuk jarak 5-7 meter. Untuk penerapan di lapangan, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut, bahkan tim juga berencana untuk melakukan penelitian efek kicauan burung terhadap tanaman-tanaman lainnya seperti kentang, tomat, atau umbi-umbian.

“Biar efek yang diberikan jangkauannya lebih jauh, masih diteliti lebih lanjut. Untuk kualitas padi yang dihasilkan dari perlakuan juga harus diuji,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, Tersimeniom optimal digunakan di pagi hari dikarenakan temperatur yang masih rendah. Bila temperatur udara tinggi, stomata akan tertutup untuk mencegah penguapan zat hara yang berlebihan.

“Sesuai dengan teori pembukaan stomata, alat ini efektif digunakan pagi hari antara jam 08.00-10.00 WIB dan di sore hari antara jam 15.00-17.00 WIB. Untuk diatas jam 10 WIB dan menjelang sore hari dianjurkan agar alat dimatikan,” kata mahasiswa angkatan 2013 ini.

Dengan alat yang bersifat portabel ini diharapkan para petani mendapatkan kemudahan dari segi penggunaanya. Selain itu, kualitas dan kuantitas tanaman padi di Indonesia bisa meningkat sehingga dapat mengurangi impor beras dari luar negeri.

Alat untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi melalui teknik sonic bloom atau frekuensi kicauan burung ini berhasil meraih Juara Umum I pada Pekan Inovasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) kategori Penerapan Teknologi Budidaya Pertanian yang digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB), 17-18 September 2016.

Tampil sebagai 15 finalis pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keilmiahan Forces IPB tersebut antara lain dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Riau (UNRI), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sebelas Maret (UNS), UB, dan tuan rumah IPB. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.