Mahasiswa Fakultas Perikanan UB Ciptakan Penyedap Rasa dari Limbah Air Pindang

0

MEDIA MALANG – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya ( UB ) Malang menciptakan penyedap rasa dari limbah air pindang pengganti micin. Selain terstandarisasi, air pindang bebas formalin dan senyawa bahaya lainnya.

“Air hasil rebusan pindang bisa digunakan untuk penyedap rasa.Selain bebas formalin juga karena mengandung asam glutamat yang tinggi dan mampu menghasilkan rasa gurih alami,” kata Ketua Tim penemu penyedap rasa dari air pindang, Bagas Prasetya, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, di Malang ( 25/6).

Menurut Bagas, inovasi membuat penyedap rasa dari ekstrak pindang tersebut berawal dari keraguan masyarakat dalam mengkonsumsi penyedap rasa ber – MSG atau micin yang banyak mengandung kontraversi dan bisa menimbulkan alergi jika dikonsumsi berlebihan. Untuk menjawab keraguan mengkonsumsi micin itulah, dia bersama empat mahasiswa FPIK lainnya di antaranya, Faizatus Sholihah, Alfin Bagaswara Pratama, M. Fadhel Bolkiah dan Ipin Orshella Nurwilis akhirnya membuat micin dari bahan air pindang.

“Melalui sumberdaya perikanan, kita mencoba mencari terobosan baru untuk mengatasi persoalan tersebut. Setelah melalui riset, akhirnya kita menemukan limbah air pindang ikan layang bisa digunakan untuk penyedap rasa pengganti micin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari pengolahan limbah air pindang ikan layang tersebut terciptalah penyedap rasa pertama dari ekstrak pindang ikan dengan nama OGLA (Organic Glutamic Acid). OGLA diproduksi dari ekstrak pindang yang ditambahkan rempah-rempah sebagai pengawet alami, kemudian diproses melalui perebusan dan pengeringan menggunakan alat “spray dryer”.

“Bentuk produk ini ialah bubuk, sangat familiar dengan penyedap rasa lainnya. OGLA sendiri dikemas dalam bentuk kemasan botol dengan berat 80 gram dan kemasan sachet dengan berat 10 gram,” tandasnya.

Secara ekonomi, kata Bagas, OGLA bisa mendongkrak perekonomian negara,sehingga masyarakat tidak bergantung lagi pada produk penyedap rasa impor MSG. Selain berdampak negatif pada kesehatan tubuh, MSG juga diakui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) tidak aman dikonsumsi jika ditakar secara berlebihan. MSG juga dapat menimbulkan alergi bagi orang yang berkebutuhan khusus.

“Sekarang adalah waktunya untuk mencintai produk dalam negeri melalui karya-karya mahasiswa yang inovatif. Untuk mendorong perekonomian dalam negeri, jangan bergantung pada produk-produk impor lagi,”ujarnya.

Sedangkan Faizzatus menambahkan, dibandingkan dengan produk MSG, OGLA memiliki tekstur yang halus, rasa yang gurih dan asin khas ikan serta bau yang sedap sehingga sesuai untuk menjadi produk penyedap rasa alami yang ditambahkan ke dalam makanan.

“Dari hasil uji nilai gizi di Laboratorium Gizi Universitas Airlangga (Unair) OGLA terbukti memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi,” tutupnya.

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.