Mahasiswa Asing Lakukan Proyek Sosial di AIESEC UMM

0

MEDIA MALANG – Kegiatan Exchange Participants Welcoming Gathering diselenggarakan oleh AIESEC Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan melibatkan sejumlah mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia. Kegiatan ini adalah proyek sosial dengan fokus bidang pendidikan dan ekonomi.

Vice President AIESEC UMM Dian Kresnawan mengatakan dalam kegiatan itu, seluruh mahasiswa asing tersebut akan melaksanakan proyek sosial yang dibuat oleh AIESEC UMM, yakni “Dream School Project” dan “E-Volution Project”.

“Dua proyek ini kolaborasi, jadi kami waktu menyusun proyek ini tidak mau hanya memberi pengalaman mengajar ke ‘Exchange participants-nya’ tapi juga pengalaman lain dalam membangun usaha masyarakat lokal,” katanya pada wartawan, Jumat (2/2).

Dian menjelaskan, “Dream School Project” merupakan proyek sosial yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa di daerah pinggiran Malang Raya terhadap kemajuan pendidikan era modern dan sekaligus mendukung SDGs poin ke empat.

Sementara itu, E-Volution Project juga merupakan projek sosial yang fokus untuk membantu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam membangun daya saing dan inovasi baru pada produk UKM yang mereka produksi.

“Kalau untuk ‘Dream School Project’ tujuannya meningkatkan pengetahuan berinovasi dan berkreasi dengan kurikulum yang ada kepada guru,” jelasnya.

Dua project besar AIESEC UMM ini, kata dia, bekerjasama dengan beberapa pihak di antaranya SD Tlogomas 2, SD Cemorokandang, SMP Cemorokandang, MI Al-Huda, MTS Al-Huda, serta Paguyuban UKM Amazing Malang Raya.

Di akhir, “Dream School Project” akan menghasilkan buku panduan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah partner project AISEC. Sementara untuk E-Volution, mahasiswa asing ini dapat memmbantu pelaku UKM membuat skema produksi yang menghasilkan banyak profit serta meningkatkan kualitas produk hasil UKM.

“‘Short goalsnya’ itu untuk ‘Dream School’, sekolah punya satu dua hal lain yang dikembangkan dari kurikulum yang sudah ada di sekolah tersebut. Terus untuk E-Volution adalah bisa berkembangnya UKM itun,” pungkas dia.

Dua proyek ini direncanakan akan berlangsung selama enam minggu dan sudah dimulai sejak Kamis (1/2). Acara ini diikuti sebanyak tujuh mahasiswa asing asal Tiongkok, India, hingga Bangladesh. Selain menerima mahasiswa asing dari beberapa negara, AIESEC UMM melalui program exchange students juga memberangkatkan 20 mahasiswa Indonesia ke beberapa negera di antaranya Turkey, Ukraine, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Srilanka. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

Comments are closed.