Viewed 1 Times

Mahasiswa asal Malang Ditangkap Terkait Pembuatan Tembakau Gorila

0

MEDIA MALANG – Tujuh orang mahasiswa asal Malang, Jawa Timur, terpaksa diamankan petugas Bea dan Cukai bersama Polres Bandara Soekarno Hatta (BSH) Tangerang, karena kedapatan memesan bahan baku ganja sintetis dari hongkong untuk diolah menjadi tembakau gorila di Malang Jawa Timur.

Menurut Kepala Kantor Bea dan Cukai BSH, Erwin Situmorang kemarin, kasus home industri tembakau gorila di Malang terungkap, berawal dari kecurigaan petugas atas barang kiriman di salah satu gudang perusahaan jasa titipan (PJT) yang diberitahukan sebagai zat pewarna

Dengan begitu, kata Erwin petugas segera melakukan uji laboratorium terhadap barang tersebut. Hasil dari penyelidikan, ternyata barang yang beratnya mencapai 14 gram itu adalah Fluora adbica yang merupakan jenis narkotika golongan 1. “Setelah mengetahui barang itu terlarang, kami lansung berkoordinasi dengan Polres BSH untuk melakukan pengembangan,” kata Erwin.

Salah satu caranya, kata Erwin, melakukan pengiriman barang kepada ME yang beralamat tujuan paket di daerah Malang, Jawa Timur. Begitu barang diterima, petugas langsung membekuknya. “Saat itu yang terima barang adalah ME dan D,” kata Erwin.

Dari dua orang tersebut, tambahnya, akhirnya mengembang kelima mahasiswa lainnya. Adapun barang bukti yang diamankan oleh petugas dari tujuh mahasiswa itu berupa gelas ukur, timbangan, kaos tangan karet, masker serta bahan pencampur tembakau Gorilla seperti tembakau Iris dan aseton serta tiga bungkus plastik ganja.

“Dari operasi ini, tim gabungan mengungkap sebuah pabrik mini pembuatan tembakau Gorilla yang diproduksi oleh tujuh mahasiswa itu,” kata dia.

Selain mengungkap home industri tembakau Gorila, petugas Bea dan Cukai BSH juga mengamankan tiga orang lainnya yang kedapatan membawa sabu dengan berat total hampir 2 Kg. Pertama kali sabu seberat 932 gram diselundupkan oleh ABO warga negara Nigeria dengan cara menelan 58 butir kapsul.

Setelah dilakukan ronsen dan dipastikan bahwa barang yang ada di dalam perut warga negara Nigeria adalah barang terlarang, sehingga petugas membawa bekas penumpang pesawat Emirates Arliens (EK358) rute Doha-Jakarta itu ke RS Polri untuk proses pengeluaran kapsul. Kemudian tersangka berikut barang buktinya diamankan di Polres BSH untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Berselang beberapa saat kemudian, petugas Bea dan Cukai BSH, juga mengamankan upaya penyelundupan sabu seberat 1.012 gram yang dibawa oleh VS Warga Negara Indonesia yang melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur- Jakarta menggunakan maskapai Lion Air JT 287. Kemudian perempuan yang menyimpan barang terlarang tersebut di dalam dua buah buku diamankan di Polres BSH untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Begitupula dengan YO, warga Negara Jepang yang kedapatan membawa sabu seberat 0,279 gram dan 10 butir Triazolam serta 2 butir-Alprazolam yang disembunyikan di dalam kaos kakinya di Bandara Soekarno Hatta.

Calon penumpang Maskapi Vietnam Air yang akan berangkat ke Ho Chi Minh City, Vietnam tersebut diamankan di Polres BSH untuk diusut lebih lanjut. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : mediaindonesia.com

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.