Lutfi MCW Diperiksa Mabes Polri Terkait Dugaan Pemalsuan Surat

1

MEDIA MALANG – Ketua Badan Pengurus Malang Corruption Watch (MCW), Lutfi Jayadi Kurniawan diperiksa Badan Reserse Kriminal(Bareskrim) Mabes Polri di Polres Malang Kota. Lutfi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemalsuan surat di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam persidangan Uji Materiil Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Setelah kami klarifikasi kepada penyidik, ternyata yang melaporkan dalam perkara ini anggota kepolisian sendiri bernama Kompol Risben,” kata Kuasa Hukum Lutfi, Aris Budi kepada wartawan di Polres Malang Kota, Jum’at siang.

Aris mengatakan tuduhan pemalsuan surat seperti yang didugakan Mabes Polri kepada pendiri lembaga pegiat korupsi ini dinilai tidak relevan. Karena, perkara Uji Materiil yang diajukan pemohon di MK sudah diputus dan kasusnya sudah selesai.

“Perkara ini tidak relevan karena perkara ini sudah diputuskan dan selesai di MK, jadi legal standing pemohon sudah sah dan tidak ada masalah administrasi di MK ?termasuk tanda tangan kuasa dan pemohon, jadi harusnya perkara ini dihentikan,” tuntut Aris.

Menurut Aris, terkait tudingan pemalsuan surat kepada Lutfi, dia menduga akan ada upaya krimi?nalisasi yang akan dilakukan polisi. Namun, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan, karena dalam perkara ini belum ada yang dijadikan tersangka.

“Ada dugaan kriminalisasi, tapi kami belum bisa menyimpulkan karena belum ada tersangka. Saya menyebut bahwa kasus ini masih penyelidikan,” tandasnya.

Untuk menghadapi tudingan ini, tim kuasa hukum Lutfi mengaku akan mengkaji dan mendalami perkara tersebut. “Kita akan dalami kasus ini lebih jauh untuk upaya persiapan pemeriksaan,”pungkasnya.

Sementara itu, Lutfi mengaku pihaknya mengajukan permohonan uji materiil tersebut sebagai langkah untuk reformasi di Kepolisian. Langkah ini juga sebagai proses untuk memperbaiki profesionalisme kepolisian.

“Jadi kalau menanyakan latar belakang uji materi, sebenarnya kami mendukung profesionalisme kinerja kepolisian, dalam upaya mendukung ketertiban dan keamanan kepolisian,” ujarnya.

Selain Lutfi, sejumlah pihak dikabarkan juga ikut diperiksa dalam kasus ini di antaranya Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Alvon Kurnia Palma, Alissa Wahid, Hari Kurniawan alias Wawa, serta sejumlah saksi lainnya. “18 kuasa hukum juga akan diperiksa Mabes Polri,” ungkap Lutfi.

Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata mengakui adanya pemeriksaan di kantornya yang dilakukan penyidik Bareskrim Mabes Polri. Namun, Singgamata tidak mau berkomentar terkait pemeriksaan tersebut. “Kita hanya ketempatan pemeriksaan saja, jadi saya tidak bisa berkomentar,” tutupnya.(*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Comments are closed.