Viewed 18 Times

Lumbung Pangan Minim, Belasan Desa di Kabupaten Malang Rawan Pangan

0

MEDIA MALANG – Di Kabupaten Malang, jumlah lumbung pangan masih minim. Saat ini, hanya ada 45 lumbung pangan, belum seimbang dengan banyaknya jumlah desa di daerah ini. Padahal, di daerah ini ada belasan desa yang masuk kategori rawan pangan.

“Idealnya satu desa satu lumbung pangan. Di Kabupaten Malang ada 378 desa dan 12 kelurahan di 33 kecamatan yang sama-sama butuh pangan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Malang Agus Priyanto, Rabu (14/2).

Agus mengatakan, lumbung pangan sangat dibutuhkan, sebagai upaya memastikan ketahanan pangan. Hal itu sangat penting.

Di Kabupaten Malang, hingga ini masih ada sekitar 12 desa di Kabupaten Malang yang masih rawan pangan. Untuk itu, peran lumbung pangan juga cukup penting.

Dirinya tidak bisa berbuat banyak, sebab ketersediaan anggaran untuk program itu masih minim. Selama 2017, anggaran program hanya dijatah Rp.3,6 miliar di luar gaji pegawai.

Kemudian turun pada 2018 menjadi Rp.3,4 miliar. Anggaran itu habis untuk program distribusi dan cadangan pangan, ketersediaan dan kerawanan pangan, konsumsi dan penganekaragaman pangan termasuk keamanan pangan.
Padahal, harusnya untuk program ketahanan pangan bisa dialokasikan hingga Rp.8 miliar.

Pihaknya juga berencana akan melakukan penyusunan data base pangan berisi jumlah rumah tangga tahan pangan hingga rawan pangan. Tujuannya agar data stok pangan bisa valid mulai produksi hingga peredarannya.

Selanjutnya menambah 10 lumbung pangan setiap tahun termasuk bersinergi dengan bulog dan pengusaha beras. “Kalau bisa bersinergi, maka secara angka dan barang bisa dipastikan,” kata dia.

Agus mengungkapkan ketergantungan dengan dinas lain dalam mendapatkan data itu menghambat percepatan menganalisis produksi dan ketersediaan pangan. Bahkan untuk menghitung surplus beras selama 2017 saja, hingga Februari 2018 ini masih perkiraan.

Menurut dia, basis data sangat penting mengingat akhir-akhir ini terjadi gejolak harga beras. Pihaknya kesulitan mendeteksi stok riil beras di petani dan pedagang kendati sudah menerima informasi awal, bahwa surplus beras dikisaran 84 ribu ton hingga 85 ribu ton selama 2017.

Ia berharap, program yang telah direncanakan ke depan bisa terealisas, terutama untuk pemenuhan kebutuhan lumbung pangan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.