Viewed 5 Times

Longsor Tutup Jalan Penghubung Desa

0

MEDIA MALANG – Musibah tanah longsor terjadi Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, memutus jalan penghubung antardusun. Aktivitas warga menjadi terkendala karena musibah tersebut.

Anggota Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Mukhlis mengemukakan hujan deras turun di Malang selatan pada Sabtu (7/10) sejak sore hingga malam. Debit air yang cukup tinggi tidak mampu tertampung lagi di sungai desa setempat, sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor.

“Sungai Ngglidik yang ada di desa itu meluap, karena tidak mampu menampung derasnya air hujan. Itu ditambah dengan banjir kiriman dari desa di atasnya,” katanya pada wartawan, Minggu (8/10).

Ia menyebut, luapan air Sungai Nggilidik tersebut hanya menggenangi persawahan warga di Dusun Kresek, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, hingga setinggi 60 sentimeter. Air tidak sampai meluber hingga perkampungan warga.

Namun, selain menggenangi sawah, akibat hujan deras tersebut juga memicu terjadinya tanah longsor. Jalan antardusun yang menghubungkan Dusun Argosuko serta Dusun Argosari, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang itu untuk sementara tertutup material tanah longsor.

Musibah itu juga menghayutkan sebuah tiang listrik bahkan menyeret tiga kendaraan truk milik warga. Namun, dalam musibah itu tidak ada korban jiwa.

Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bagyo Setiyono mengatakan petugas juga langsung ke lapangan untuk membantu membersihkan dampak banjir dan tanah longsor tersebut.

“Masyarakat bersama anggota koramil dan Polsek Ampelgading yang juga dibantu anggota KSR PMI serta BPBD melakukan kerja bakti. Longsoran tanah tersebut tidak terlalu panjang, sehingga untuk membersihkannya dilakukan dengan cara manual,” katanya.

Ia menambahkan, banjir bandang juga terjadi pada akhir September 2017 di Malang Selatan, tepatnya Desa Purwodadi, Kecamatan Titoyudo, Kabupaten Malang. Sebanyak 26 rumah warga juga mengalami kerusakan baik berat dan ringan.

Ia meminta masyarakat mewaspadai terjadinya bencana alam, baik itu banjir bandang maupun tanah longsor. “Cuaca saat ini sulit diprediksi, padahal saat ini musim kemarau tapi hujan masih turun,” kata Bagyo. (*)

Penulis : Cahyono

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.