Latihan Militer di Gunung Sumbing, 50 Orang Ditahan

0

MEDIA MALANG – Polres Temanggung menangkap 50 orang yang menggelar latihan ala camp militer di sekitar Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (20/2). Dari 50 orang itu, 30 orang berasal dari Solo dan 20 orang merupakan warga Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Mereka tergabung dalam Jamaah Ansorut Syariah (JAS).

Latihan ala camp militer itu digelar tepatnya di Tegal Sikandang, Wonotirto, Kabupaten Temanggung. Lokasi yang digunakan merupakan lahan Perhutani Sikendil, Wonotirto yang berada di lereng Gunung Sumbing.

“Kami dapat info dari masyarakat jika ada latihan militer yang tidak ada izin dan meresahkan masyarakat. Karena tidak izin, mereka laporan ke polisi,” tegas Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Aloysius Liliek Dharmawan saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (20/2).

Liliek menjelaskan, 30 orang masih diperiksa intensif di Mapolres Temanggung. Polisi masih menelusuri motif dan tujuan mereka melakukan latihan militer di Gunung Sumbing. Pihaknya belum bisa memastikan keterkaitan mereka dengan kelompok atau jaringan teroris.

“Nanti tergantung bagaimana hasil pemeriksaan selama 1×24 jam pemeriksaan nanti,” ungkapnya.

Berikut kronologi penggrebekan latihan ala militer tersebut :

Pada 19 Februari 2016, peserta dari Solo datang ke Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung pada Jumat (19/2) sekitar pukul 00.00 WIB. Sebelum melaksanakan pendakian rombongan tersebut sempat transit di Rumah Suparlan (33) di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Saat itu, rombongan dari Solo menggunakan Ambulance Nopol AD 8921 SH dan Suzuki Carry Nopol AD 9122 NF diparkir di Suparlan itu.

Sekitar pukul 08.30 WIB rombongan bergerak menggunakan mobil Suzuki Carry dan L300 menuju ke Kawasan Tegal Sikandang, Wonotirto. Kemudian peserta jalan kaki menyusuri hutan-hutan menuju ke arah lereng Gunung Sumbing. Peserta latihan militer mengenakan sepatu PDL, celana hitam PDL, kaos JAS, rangsel punggung, alas tidur. Peserta melaksanakan latihan di lahan Perhutani Sikendil Wonotirto.

Pada pukul 16.00 WIB, rumah Suparlan di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung (tempat parkir ambulance dan carry rombongan dari Solo) digerebek Polres Temanggung. Saat penggrebekan ditemukan 5 pucuk senapan angin, 3 buah sangkur, 1 tas yg berisi buku dan berdera lambang keagamaan.

Dari penggerebekan diamankan seorang remaja bernama Miftah (15) yang ditunjuk rombongan sebagai penjaga mobil. Barang bukti beserta rombongan dengan pengawalan aparat TNI-Polri kemudian dibawa ke Polres Temanggung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pukul 16.30 WIB tim dari Polres Temanggung dan Kodim 0706 Temanggung mengarah lokasi latihan. Cuaca di Lereng Gunung Sumbing saat itu berkabut dan gelap. Lokasi latihan militer digerebek. Sebanyak 50 orang diamankan. Kegiatan pemantauan kemudian berlanjut pada Sabtu (20/2). (*)

Editor    : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Comments are closed.