Viewed 19 Times

Laka Kereta Api dengan Truk Terjadi di Ngawi, Satu Meninggal

0

MEDIA MALANG – Musibah kecelakaan terjadi antara kereta api Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya dengan truk trailer di jalur perlintasan tanpa palang pintu, tepatnya di Kedungbanteng, Walikukun, Kabupaten Ngawi, Jumat malam.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar jam 18.25 WIB. Selain melibatkan kereta api Sancaka serta truk pengangkut bantalan kereta api, juga ada mobil avanza yang sedang parkir.

Truk tersebut mengangkut bantal rel kereta api, melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu, kemudian ditabrak KA Sancaka, yang melaju dari arah Sragen ke Mantingan, sehingga truk tersebut hancur. KOndisi lokomotif KA Sancaka juga diketahui hingga keluar rel serta terguling. Posisi keret juga melintang, hingga akhirnya membentur mobil avanza yang sedang diparkir.

Akibat musibah tersebut, seorang asisten masinis mengalami luka berat dan sudah di evakuasi ke rumah sakit. Selain itu, masinis juga diduga meninggal dunia. Tubuhnya sempat masih terjepit, dan hingga kini masih proses dievakuasi.

Manajer Humas PT KAI Daop IV Madiun, Supriyanto mengatakan kecelakaan tersebut tidak dapat dielakkan. “Kecelakaan kereta api Sancaka itu terjadi perlintasan tak terjaga di kilometer 215 + 8 antara stasiun Kedungbanteng-Walikukun, Kabupaten Ngawi,” kata dia pada wartawan.

Untuk sementara, akibat kecelakaan tersebut jalur rel belum bisa dilewati kereta api. Bahkan, kereta api dari arah Madiun menuju Jakarta atau Bandung terpaksa diputar kembali ke arah Surabaya.

“Seluruh kereta api dari arah Madiun menuju Jakarta atau Bandung untuk sementara diputar kembali ke arah Surabaya. Kereta itu melanjutkan perjalanan melalui jalur utara,” ujar dia.

Hingga kini, PT KAI Daop IV Madiun masih membantu proses pemulihan agar perjalanan kereta api bisa normal kembali.

Jumlah rangkaian kereta itu diketahui sebanyak 12 gerbong. Sedangkan, untuk jumlah penumpang masih pendataan.

Aparat kepolisian resor setempat, juga langsung ke lokasi kecelakaan. Semua penumpang diarahkan untuk jalan kaki sejauh 500 meter, menuju jalan tol Mantingan Ngawi. Lokasi jalan tol itu masih aman, sebab belum jadi.

Para penumpang akan diangkut dengan kendarana menuju ke lokasi yang lebih aman. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.