Viewed 7 Times

Kusir Minta Pemkab Peduli Dokar

0

MEDIA MALANG – Paguyuban Dokar di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menginginkan moda transportasi tradisional dengan menggunakan kuda agar tetap beroperasi dan dilindungi pemerintah. Selain masih dibutuhkan masyarakat, dokar juga bisa dijadikan aset kendaraan untuk wisatawan.

“Harapan saya, dokar jangan sampai musnah. Kendaraan kuno, peninggalan leluhur, jangan sampai habis seluruhnya,” kata Ketua Paguyuban Dokar Tumpang, Kabupaten Malang Hariono pada wartawan, Sabtu (3/2).

Ia menjelaskan, selama ini keberadaan dokar sudah semakin terjepit dengan sarana angkutan yang lebih modern. Para kusir dengan tekun menggeluti pekerjaannya secara turun-temurun, padahal pendapatan mereka tidak tentu. Dalam sehari, rata-rata mendapatkan antara Rp.20 ribu-Rp.50 ribu.

Namun, pendapatan itu juga terbantu dari menawarkan jasa pada para wisatawan baik domestik dan mancanegara ke sejumlah lokasi wisata misalnya Candi Jago, Candi Kidal, hingga agrowisata Poncokusumo di lereng Gunung Bromo. Selain itu, pada Sabtu dan Minggu mereka lebih banyak berkumpul di Alun-Alun Kota Malang, sebagai dokar wisata.

Ia mengungkapkan untuk dokar selama ini masih beropasi terutama di daerah pinggiran Kabupaten Malang. Sesuai data BPS di Kabupaten Malang, jumlah kuda juga terus meningkat, pada 2013 sebanyak 614 ekor menjadi 861 ekor pada 2016.

Pihaknya berharap, pemerintah tetap melindungi para pemilik angkutan tradisional ini, sehingga keberadaan moda transportasi ini tetap eksis. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.