KPU Surati KPK untuk Hadirkan Anton dan Nanda di Debat Publik

0

MEDIA MALANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, mengirimkan surat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengizinkan calon Walikota Mochamad Anton dan Nanda dalam kegiatan debat publik pasangan calon pada 7 April 2018.

Komisioner KPU Kota Malang Divisi Sosialisasi Organisasi SDM dan Humas Ashari Husen mengatakan, KPU sudah mengadakan rapat dan mengirimkan surat ke KPK, dengan harapan adanya kejelasan apakah bisa ikut debat atau tidak.

“Kami menanyakan, tapi belum ada jawaban dari KPK. Isi suratnya terkait dengan menghadirkan paslon Kota Malang untuk hadir di kegiatan debat publik,” katanya pada wartawan, Kamis (5/4).

KPU, kata dia, juga tetap memutuskan debat publik akan tetap dilangsungkan dengan menghadirkan paslon dan tidak boleh diwakilkan.

“Debat publik paslon tanggal 7 April, tetap mengundang paslon. Yang hadir siapa saja dibolehkan, tapi tidak boleh diwakilkan. Itu sudah menjadi keputusan,” ujar Ashari.

KPK telah menahan dua orang calon Walikota yaitu Mochamad Anton, petahana Walikota Malang sekaligus Ketua DPC PKB Kota Malang, serta Ya’qud Ananda Gudban, Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang.

Anton maju di pilkada bersama calon Wakil Walikota, Syamsul Mahmud yang diusung PKB, PKS, Gerindra, Perindo. Sedangkan, Ananda maju bersama calon Wakil Walikota Achmad Wanedi yang diusung Hanura, PAN, PPP, PDIP dan NasDem.

Keduanya ditahan bersama sejumlah anggota DPRD Kota Malang, dalam kasus dugaan suap terkait pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.

Juru Bicara Pasangan nomor urut satu Ya’qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi, Dito Arief mengaku kecewa dengan sikap KPU. Ia menilai keputusan KPU itu dinilai tidak adil.

“Ini mengecewakan. Nanti kita kaji dulu, meski pada prinsipnya kami siap tapi tetap harus proporsional dan adil,” ujar Dito.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang Arief Wahyudi juga kecewa. Ia juga menilai keputusan KPU tidak sesuai harapan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.