Viewed 9 Times

KPU Sediakan Rp.1,4 Miliar untuk Kampanye Antigolput di Malang

0

MEDIA MALANG – Komisi pemilihan umum (KPU) Kota Malang, mengalokasikan anggaran hingga Rp1,4 miliar untuk kampanye antigolput dengan harapan mampu meningkatkan partisipasi warga untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Target kami 75 persen kehadiran di TPS. Kami anggarkan Rp1,4 miliar khusus untuk kampanye dan sosialisasi. Sifatnya ajakan dan pengetahuan pentingnya datang ke TPS untuk kepentingan kota kita sendiri,” ujar Komisioner KPU Divisi Sosialisasi Azhari Husein, pada wartawan, Senin (19/2).

Dalam menjalankan program itu KPU memanfaatkan kendaraan dengan target sosialisasi di berbagai pusat keramaian, misalnya alun-alun, pusat perbelanjaan, maupun beragam tempat lain yang dinilai strategis. Sasaran program itu untuk semuanya, khususnya pemilih pemula yang jumlahnya di Kota Malang sekitar 50 ribu orang.

Sementara itu, tiga pasangan calon kepala daerah di Kota Malang, juga telah bersepakat untuk pilkada damai, Minggu (18/2). Mereka berjanji untuk menghindari berita hoaks, politik uang dan suku agama ras dan antargolongan (sara). Kesepakatan itu dilakukan di pelataran depan Museum Brawijaya.

Ketiga pasangan itu adalah Ya’qud Ananda Gudban dan Achmad Wanedi (nomor 1), Mochamad Anton dan Syamsul Mahmud (nomor 2), serta Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko (nomor 3).

Pasangan calon Ya’qud Ananda Gudban dan Achmad Wanedi yang didukung NasDem juga siap menjaga tensi politik tetap kondusif.

“Ini dapat menyatukan perbedaan. Jadi tidak ada lagi warna bendera yang berbeda. Yang ada hanya merah putih sebagai semangat nasionalis, dan biru (Arema) sebagai perwujudan salam satu jiwa,” kata Nanda.

Demikian dengan Calon Wakil Wali Kota, Achmad Wanedi menyatakan siap menghindari hoaks, politik uang dan sara selama kampanye.

“Jadi sekalipun banyak perbedaan, apapun pilihannya di Pilkada 2018 Kota Malang ini, kita semua tetap satu,” ujar Wanedi. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.