KPU Malang Target Tingkatkan Partisipasi Pemilih Hingga 70 Persen

0

MEDIA MALANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, menargetkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang bisa mencapai di atas 70 persen.

Guna merealisasikan target tersebut, KPU kini gencar melakukan sosialisasi. Terlebih lagi, dua calon Walikota ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi sejak awal bergulirnya pilkada.

“Persiapan Pilkada sudah sangat baik, logistik sudah didistribusikan ke kecamatan. Pada 23 Juni mendatang kami melakukan sosialisasi pilkada damai,” beber Komisioner KPU Kota Malang Divisi Sosialisasi, Organisasi, SDM dan Humas Ashari Husein, pada wartawan Minggu (17/6).

Pihaknya tetap optimistis pilkada akan berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Kendati, ada dua calon yang tersangkut kasus dugaan korupsi.

Dua calon Walikota yang ditahan KPK itu adalah petahana Walikota Mochamad Anton. Pria yang juga Ketua DPC PKB Kota Malang itu menggandeng calon Wakil Walikota Syamsul Mahmud. Mereka diusung PKB, PKS, Gerindra dan Perindo.

KPK juga menahan calon Walikota Ya’qud Ananda Gudban. Perempuan yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang ini maju bersama calon Wakil Walikota Achmad Wanedi. Pasangan ini diusung Hanura, PAN, PPP, PDIP dan NasDem.

Anton dan Ya’qud ditahan KPK bersama 24 anggota DPRD Kota Malang yang juga berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.

Pilkada Kota Malang akan diikuti 600.646 pemilih. Aspirasi mereka akan disalurkan di di 1.400 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru dan Sukun. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.