Viewed 37 Times

KPPU Setujui dengan Syarat Akuisisi Alcatel-Lucent SA oleh Nokia Corporation

0

MEDIA MALANG – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyetujui dengan syarat khusus akuisisi Alcatel-Lucent SA oleh Nokia Corporation. Merger itu diharuskan juga memperhatikan kepentingan Industri telekomunikasi di Indonesia, yaitu peningkatan efisiensi operator telekomunikasi di Indonesia.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengungkapkan saat ini KPPU telah merampungkan proses penilaian terhadap pemberitahuan akuisisi Alcatel-Lucent SA oleh Nokia Corporation.

“KPPU melakukan penilaian terhadap akuisisi Alcatel-Lucent SA oleh Nokia Corporation sejak tanggal 15 Juni 2016,” katanya di Jakarta, dalam rilis yang dikirimkan, Rabu hari ini.

Nokia Corporation dan Alcatel-Lucent SA merupakan pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha di bidang jaringan telekomunikasi di Indonesia. Dalam proses penilaian tersebut, KPPU melakukan penelitian terhadap struktur pasar di industri jaringan telekomunikasi dan melakukan diskusi dengan pelaku usaha pemasok, pelaku usaha pesaing, konsumen, dan ahli di bidang industri jaringan telekomunikasi.

Dari hasil penilaian tersebut, KPPU berpendapat bahwa transaksi akuisisi Alcatel-Lucent SA oleh Nokia Corporation tidak mengakibatkan praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.

Namun,Syarkawi juga menegaskan ada beberapa hal yang wajib dipenuhi oleh Nokia Corporation, di antaranya meminta Nokia Corporation menjamin keberlangsungan produk Alcatel-Lucent SA atau menawarkan solusi alternatif/pengganti apabila terdapat produk yang “out of date”.

Selain itu, Nokia Corporation juga diminta senantiasa menjunjung “fairness, reasonable, and nondiscriminatory” dalam melakukan kegiatan usaha di bidang jaringan telekomunikasi.

Lebih lanjut Syarkawi menjelaskan terkait merger Internasional antarperusahaan yang berkantor pusat di Finlandia dan Perancis ini juga mewajibkan merger itu memperhatikan kepentingan Industri telekomunikasi di Indonesia, yaitu dukungan terhadap peningkatan efisiensi operator telekomunikasi di Indonesia.

“International merger ini diharapkan tidak merugikan kepentingan konsumen atau end user di Indonesia dengan biaya telekomunikasi yang mahal, serta tidak terjadi penyalahgunaan posisi Nokia yang semakin kuat di pasar,” ujar Syarkawi.

Nokia Corporation merupakan pelaku usaha yang berkedudukan di Finlandia, sedangkan Alcatel-Lucent SA berkedudukan di Perancis. Nokia Corporation dan Alcatel-Lucent SA melakukan kegiatan usaha di Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung. Transaksi akuisisi ini terjadi di Perancis yang berlaku efektif secara yuridis pada tanggal 7 Januari 2016.

Nokia Corporation wajib melakukan pemberitahuan kepada KPPU karena nilai aset dan nilai penjualan gabungan hasil akuisisi memenuhi ketentuan PP No. 57 Tahun 2010. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Comments are closed.