Viewed 4 Times

KPPU Selenggarakan Forum Persaingan Usaha Tingkat Internasional

0

MEDIA MALANG – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyelenggarakan forum persaingan usaha bertaraf internasional yaitu “The 2nd Jakarta International Competition Forum” (2JICF) pada 24-25 Oktober 2017 di Jakarta.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi setiap perkembangan praktik bisnis di tingkat domestik maupun internasional baik dalam perspektif penegakan hukum maupun kebijakan persaingan usaha.

“JICF diharapkan dapat menjadi wadah multi stakeholder di bidang persaingan usaha, sebagai tempat bagi semua ‘Stakeholder’ persaingan usaha di dalam negeri, ASEAN, Asia Timur dan secara global untuk berbagi informasi terbaru dan juga ‘International best practices’ maupun sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi ‘Stakeholder’ dalam bidang persaingan usaha” kata Syarkawi dalam rilis yang diterima, Minggu (22/10).

Ia mengatakan, dalam penyelenggaraan ini, 2JICF mengambil tema “Disruptive Innovation, Competition Policy & Challenge to Emerging Markets”. Tema ini secara khusus diangkat oleh KPPU didasarkan pada makin meningkatnya inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mempengaruhi pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu. Revolusi industri keempat mengubah model bisnis yang selama ini ada menjadi new business model.

KPPU, kata dia, bersama para pemangku kebijakan lainya diharapkan bisa mampu mengantisipasi perubahan tersebut secara cepat dan tepat.

“Bagaimana pasar bereaksi dengan kondisi tersebut? Bagaimana penggunaan inovasi itu dilihat dari perspektif persaingan usaha? dan bagaimana seharusnya pemerintah, KPPU, dan para pelaku usaha menyikapi fenomena baru dalam konteks fourth industrial revolution dengan new business model? Semua akan kita bahas dalam 2JICF ini” ujar Syarkawi.

Dalam acara itu, KPPU akan menghadirkan sejumlah panelis dari beberapa otoritas pengawas persaingan usaha di kawasan Asia Timur, Eropa dan juga para praktisi nasional. Forujm tersebut juga diharapkan bisa bermanfaat untuk khalayak luas.

“Forum ini diharapkan menjadi milik publik, dan melibatkan komunitas secara luas. Dengan adanya forum ini, maka upaya pengarusutamaan kebijakan persaingan usaha secara nasional di era digital ini dapat semakin cepat dan dalam,” ujar Syarkawi. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.