KPPU Awasi Kemungkinan Kartel Bawang Putih dan Telur

0

MEDIA MALANG – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memperketat stok barang mendekati Ramadhan 2017, mengantisipasi kemungkinan kartel pangan yang menyebabkan harga melejit tinggi. Saat ini komoditas bawang putih dan telur sudah mulai merangkak naik.

Kepala KPPU Perwakilan Surabaya Aru Armando mengemukakan pengawasan barang perlu dilakukan apakah terjadi di sentra atau hulu. Terlebih lagi, saat ini mendekati ramadhan.

“Jika suplai sedikit permintaan naik, harga naik. Ketika memasuki ramadhan, lebaran, ada lonjakan perilaku konsumen untuk stok barang, sehingga terjadi kenaikan dan harga naik,” ujarnya saat di Malang, Jumat hari ini.

Ia menyebut, saat ini harga bahan bahan pokok menjelang ramadhan yang sudah mulai naik adalah bawang putih dan telur. Peninjauan dari KPPU harga telur bulan lalu di peternak Rp.16 ribu per kilogram, namun saat ini di pasar sudah Rp.22 ribu per kilogram.

Namun, ia menyebut kenaikan harga itu tidak semata-mata ada lonjakan permintaan, sehingga harus dilakukan pemeriksaan. Jika pasokan tidak ada masalah, sementara harga naik hingga tidak masuk akal, KPPU harus melakukan cek pada jalur distribusinya, apakah ada penyimpangan atau tidak.

Ia pun menegaskan, pemantauan harga bahan pokok itu bukan hanya menjelang ramadhan. KPPU sebelumnya telah melakukan pemantauan dan menemukan banyak kasus kartel pangan, misalnya daging sapi, termasuk kartel cabai rawit merah.

“Kami tidak serta merta kenaikan barang terus menyatakan ada praktik kartel. Tapi, kami memang menggunakan instrumen kenaikan barang sebagai gejala da masalah di komoditas itu. Jika tidak wajar, KPPU akan turun cari tahu penyebabnya apa,” jelasnya.

Terkait dengan bawang putih, ia mengakui produksi bawang putih dari dalam negeri memang belum mencukupi kebutuhan, sehingga harus impor. Namun, KPPU dengan kementerian terkait sudah melakukan pemetaan pelaku industri bawang putih termasuk mengumpulkan para importir bawang putih, agar tidak menjual bawang putih dengan harga tinggi. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.