Viewed 21 Times

KPK Tangkap Direktur Keuangan PT PAL di Bandara Soekarno-Hatta

0

MEDIA MALANG – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Direktur Keuangan PT PAL Indonesia Saiful Anwar (SAR). Saiful merupakan salah satu tersangka dugaan korupsi penjualan kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) ke Kementerian Pertahanan Filipina.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, SAR ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu (1/4) sekira pukul 17.00 WIB. Ia dibekuk saat mendarat dari Korea Selatan.

“Penyidik melakukan penangkapan terhadap Saiful di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/4) sore,” kata Febri dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/4).

Febri mengatakan, penyidik langsung menggelandang Saiful ke gedung KPK setelah ditangkap. Bahkan, pada saat itu juga penyidik memeriksa SaIful secara intensif dan memutuskan menahannya di rumah tahanan Polres Jakarta Pusat.

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan. Ia ditahan di Rutan Polres Jakpus,” ujar dia.

Selain menangkap Saiful, penyidik juga menggelah di tiga lokasi berbeda ynag terletak di Jakarta dan Surabaya. Pertama di Kantor PT PAL Indonesia di Tanah Abang, Jakarta, PT Pirusa Sejati di MTH Square, Jakarta Timur dan terakhir di PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Penyidik melanjutkan penggeledahan di rumah Saiful dan salah satu saksi di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (2/4). Dari penggeledahan itu penyidik menyita barang bukti elektronik dan sejumlah dokumen.

Febri mengungkapkan sampai hari ini, penyidik masih menggeledah rumah Direktur Utama PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin dan Manager Treasury PT PAL Indonesia Arief Cahyana, di Surabaya, Jawa Timur.

“Ada penggeledahan juga berlangsung di Jakarta. Tim masih di lapangan, kami belum bisa menyampaikan hasilnya,” tuntas Febri.

Diketahui, kasus dugaan korupsi ini terbongkar dari hasil operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (30/3) malam. Dari OTT itu, KPK menyita uang sebesar USD 25 ribu.

Uang itu diduga kuat sebagai fee atas penjualan dua kapal SSV dari PT PAL Indonesia kepada Kementerian Pertahanan Filipina lewat perantara AS Incorporation. Selain itu, diduga pemberian pertama juga pernah terjadi pada Desember 2016 dengan total uang sebesar USD 163 ribu.

Pada penjualan kapal perang ini, agency AS Incorporation mendapatkan fee 4,75 persen dari nilai kontrak pembelian dua kapal SSV senilai USD 86,96 juta. Dari 4,75 persen itu, sebanyak 1,75 persen diberikan agency kepada oknum pejabat PT PAL Indonesia.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Di antaranya, Direktur Utama PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin, Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar, Manager Treasury PT PAL Indonesia Arief Cahyana dan agency dari AS Incorporation, Agus Nugroho. (*)

Editor   : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Comments are closed.