Viewed 4 Times

KPK Jelaskan Hasil Sidang Praperadilan Kasus Walikota Batu

0

MEDIA MALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan terkait dengan hasil sidang praperadilan kasus yang diduga melibatkan Walikota Batu Eddy Rumpoko. KPK menegaskan, telah mempunyai bukti yang cukup kuat, sehingga kasus itu diproses.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengemukakan KPK telah menyampaikan Kesimpulan terkait praperadilan yang diajukan oleh tersangka ERP ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. KPK juga telah menghadirkan sekitar 70 bukti.

“Ada beberapa penegasan yang sudah kami buktikan di sidang, seperti proses penetapan tersangka sudah dengan dasar minimal dua alat bukti yang didapatkan di tahap penyelidikan,” katanya dalam rilisnya, Selasa.

Ia mengungkapkan, ada bukti penyadapan dan komunikasi antara tersangka ERP dan Filipus Djap (pihak yg diduga memberi suap) yang perkaranya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya pada tanggal 8 Nov 2017.

“Komunikasi tersebut menunjukkan secara jelas adanya dugaan pemberian uang dengan kode ‘undangan’ pada tersangka ERP,” ujarnya.

Jadi, lanjut dia, meskipun secara fisik uang belum diterima, pihak pemberi sudah berada di lokasi rumah tersangka dan sebelumnya sudah ada komunikasi yanh cukup jelas menurut penyidik. “Maka hal itu tidak dapat menjadi alasan untuk mengatakan proses tertangkap tangan tidak terjadi hanya karena uang belum diterima,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pasal suap di UU Tipikor mengatur tentang pemberian hadiah atau janji, dan penerimaan fisik uang bukan menjadi syarat tunggal selesainya perbuatan yang diduga suap tersebut. “Karena jika kesepakatan antara pemberi dan penerima telah terjadi maka delik sudah selesai,” jelas dia.

Ia mengungkapkan, ada banyak bukti lain yang juga sudah didapatkan dan sebagian dihadirkan di persidangan praperadilan. Mulai dari bukti elektronik komunikasi antara pihak-pihak terkait termasuk tersangka, bukti dokumen, keterangan dari sejumlah pihak, dan bahkan dalam kasus ini (Pihak yg diduga memberi suap pada tersangka ERP) juga telah mengakui bahwa pemberian uang tersebut bagian dari komitmen fee 10 persen dari proyek Meubel Kantor Walikota Batu itu.

Febri juga menjelaskan, terkait dengan jadwal untuk ekspose, sesuai aturan yang ada, setelah penangkapan dilakukan maksimal 24 jam setelah itu perlu ditentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan saat itu. Dan sebelum itu dilakukan ekspose (Di internal) yang melibatkan pimpinan, pejabat di bidang penindakan dan pihak lain yang terkait langsung.

“Kami tegaskan, ekspose telah dilakukan pada hari Minggu, 17 September 2017 pada Pukul 08.30 WIB dan dari ekspose itulah kemudian diputuskan bukti permulaan yg cukup telah terpenuhi dan perkara ditingkatkan ke penyidikan,” bebeernya.

Febri menjelaskan, hal tersebut sekaligus (Mengoreksi dalil dari tersangka ERP dan informasi yang disebar oleh pihak-pihak tertentu, yang mengatakan bahwa ekspose kasus ini dilakukan di sore hari), sementara pengumuman tersangka dilakukan pada siang hari.

“Informasi tersebut keliru. Jika itu didasarkan pada keterangan saksi penyelidik KPK yang hadir di sidang praperadilan PN Jaksel, justru penyelidik mengatakan tidak ingat persis waktunya kapan dan memang pada saat itu ada sejumlah kegiatan penindakan yg dilakukan secara berdekatan baik oleh tim yang sama ataupun tim lain,” ungkapnya.

Sehingga, tambah dia, (Bukti kuat yang telah diajukan KPK adalah notulen rapat ekspose dalam kasus ini dan invitation meeting eksposes pada hari tersebut pukul 08.30 WIB). Hal ini sekaligus membantah informasi yg mengatakan bahwa ekspose dilakukan dilakukan di sore hari.

“Kami harap ini memperjelas konstruksi dan proses formil penanganan kasus Batu yang ditangani KPK,” katanya.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Diduga sebagai pihak pemberi, yaitu pengusaha Filipus Djap. Sedangkan diduga sebagai pihak penerima, yakni Walikota Batu nonaktif Eddy Rumpoko dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan. Sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus itu di Batu pada Sabtu (16/9), tim KPK mengamankan total uang sebesar Rp.300 juta. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.