Viewed 22 Times

KPK Akhiri Pemeriksaan MAW, Tersangka Suap APBD 2015 Kota Malang

0

MEDIA MALANG – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan pemeriksaan akhir kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang, Mochammad Arief Wicaksono (MAW) tersangka kasus suap pembahasan APBD 2015 Kota Malang. Selain memeriksa MAW, KPK juga telah memeriksa 43 anggota DPRD Kota Malang serta memeriksa sejumlah saksi dari pihak eksekutif dan swasta di Mapolres Kota Batu.

“Hari ini (8/2) pemeriksaan terakhir oleh tim penyidik untuk tersangka MAW (M. Arief Wicaksono) dalam TPK Suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang TA 2015 yang bertempat di Polres Batu. Pemeriksaan telah berlangsung sejak senin (5/2),” kata juru bicara KPK Febridyansah dalam keterangan tertulisnya kepada Wartawan, Kamis (8/2).

Febri mengatakan untuk hari ini tiga orang saksi yang akan diperiksa KPK dari 12 orang yang dijadwalkan. Masing – masing yakni mantan Sekretaris Daerah Kota Malang Cipto Wiyono, Mantan Kepala Bidang Perumahan dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang 2015, dan Kepala Bidang Stabilitas Harga dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kota Malang atau Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang Tahun 2015, Noer Rahman Wijaya.

“Beberapa saksi sudah dimajukan pemeriksaannya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pemeriksaan terhadap mantan pejabat Pemkot Malang tersebut dilakukan hanya sebagai saksi, untuk mengungkap aliran uang suap yang diduga berasal dari rekanan pemkot. “Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait uang ketok yang sumbernya diduga berasal dari rekanan Pemkot Malang,” pungkasnya.

Sementara itu, selain memeriksa mantan pejabat eksekutif, penyidik KPK juga memeriksa sejumlah saksi dari pihak swasta. Mereka adalah Nurhayati, Bambang Suprayitno, Suherno, Moch Ali Imron dan Sukarno Yudho Arisandi. Selain itu juga ada Anna Yulitasari, Subandi, Ajad Sudrajat dan Fitrianingsih.

Kasus dugaan suap APBD Kota Malang tahun 2015 sudah menyeret tiga tersangka. Mereka adalah mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono, Jarot Edy Sulistyono dan Komisaris PT ENK Hendarwan Maruszaman.

Arief diduga menerima suap sebesar Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistyono yang waktu itu menjabat sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang.

Terkait kasus ini, Jarot Edy Sulistyono, perkaranya sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sedangkan Arief masih dijadikan tersangka dalam kasus penyalahgunaan wewenang dan kasusnya belum dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.(*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.