Viewed 303 Times

Korban Bom Sarinah Capai 24 Orang, BNPT Bantah Lengah

0

MEDIA MALANG – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal menyebut jumlah korban dalam serangkaian teror di Sarinah mencapai 24 orang. Sebanyak 7 orang merupakan teroris yang berhasil dilumpuhkan.

“Jadi total korban 24 orang, 7 di antaranya tewas,” kata Iqbal di Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Dilanjutkan Iqbal, 7 orang yang tewas terdiri dari 5 orang pelaku dan 2 warga sipil. Ada pun 2 warga sipil yang tewas terdiri dari 1 orang WNA dan 1 WNI.”Untuk anggota kepolisian tidak ada yang meninggal, ada satu yang alami luka berat,” lanjut Iqbal.

Sebagian besar korban telah dilarikan dan dirawat ke Rumah Sakit Polri dan RSPAD Gatot Subroto.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Saud Usman Nasution mengatakan informasi bahwa semua aparat keamanan sudah mengetahui bahwa kelompok teror akan melakukan aksi pengeboman bunuh diri.Kelompok tersebut terus mencari celah hingga akhirnya memutuskan meledakkan bom di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

“Mereka sudah niat untuk ‘konser’ (istilah bom bunuh diri), sekarang tergantung pada kesempatannya. Di samping itu, aparat keamanan di lapangan yang menggunakan seragam terbuka agar lebih waspada,” ujar Saud saat tiba di Istana Kepresidenan, hari ini.

Saud meminta aparat kepolisian untuk waspada, terutama bagi mereka yang mengenakan seragam kepolisian.

BNPT masih belum bisa mengidentifikasi keterkaitan kelompok teror di Sarinah dengan kelompok radikal mana pun. Tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror, Laboratorium Forensik Polri, Badan Intelijen Negara, hingga BNPT saat ini masih menyelidikinya.

Dia menampik anggapan aparat keamanan lengah meski sudah mendapat informasi adanya kemungkinan aksi bom bunuh diri di Jakarta.”Tidak juga, namanya mereka mencari titik lemah, kita luas sekali wilayahnya, kita sudah berupaya,” kata Saud.

Ia menyebutkan, tidak ada target khusus yang disasar kelompok teroris. Di setiap ada celah, kelompok teror diyakini akan beraksi.”Kebetulan hari ini ada pos polisi, ada Starbucks, ada orang lagi pada sarapan,” ujar dia.

Ledakan yang diduga bom menghancurkan pusat perbelanjaan Sarinah dan sebuah Pos Polisi Lalu Lintas di Jalan Thamrin, depan Sarinah, Jakarta Pusat. Akibat kejadian itu sejumlah orang mengalami luka, termasuk meninggal dunia.(*)

Penulis :Didik Fibrianto

Sumber : kompas.com

Comments are closed.