Viewed 614 Times

Kontras Tuntut Polisi Lindungi Rakyat

1311

MEDIA MALANG-Secara tegas Komisi untuk Orang Hilang dan Kekerasan (Kontras) Surabaya menuntuk polisi untuk mengamankan acara diskusi memperingati Hari Anti Homophobia dan Transphobia Internasional di Malang. Mereka beralasan, sesuai pasal 14 Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012, polisi berkewajiban memberikan keamanan dan sebagai pengayom masyarakat.

“Tak seharusnya polisi memaksa panitia membatalkan acara,” cetus Koordinator Badan Pekerja Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir kepada media tadi sore. Kewenangan polisi, kata dia, sebagai penegak hukum memberi perlindungan, mengayomi dan melindungi masyarakat. Bukan sebaliknya yang justru melarang kegiatan berupa diskusi dan kajian masyarakat.

“Hak berekspresi dan berpendapat dilindungi undang-undang. Aneh jika polisi justru meminta acara dibatalkan,” ujarnya. Polisi juga tidak menyelidiki teror kepada panitia penyelenggara. Padahal, panitia harus mendapat perlidungan dari polisi dan lembaga perlindungan saksi dan korban.

Kontras siap memberikan advokasi kepada panitia penyelenggara kegiatan Celebrate Our Gender yang diselenggarakan Komunitas Kajian Gender Malang (Kojigema) Institute. Kegiatan diskusi akan menghadirkan waria bernama Lusi. Mereka menyebar undangan melalui media sosial.

Seperti diketahui, panitia mendapat teror dan ancaman dari sebuah organisasi keagamaan agar membatalkan acara. Mereka juga diancam akan dibubarkan paksa jika acara tetap dijalankan. Sementara polisi justru secara halus meminta panitia untuk membatalkan acara, mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan di atas materai. “Posisi kami dipojokkan seolah pihak yang bersalah,” kata Niken salah satu panitia.

Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Priyo Wasono mengaku khawatir terjadi gesekan antar kelompok. Menyusul reaksi sejumlah komunitas keagamaan atas kegiatan Kojigema Institute. “Kegiatan rawan karena dilakukan di cafe, tempat umum. Bukan seminar akademis di dalam kampus,” tegasnya.

 
Penulis : Camaraderry Difa Pradana

Editor : Putra Ismail

Komentar Anda

Komentar

Leave A Reply