Viewed 378 Times

Kios PG. Kebonagung Bermasalah, Pedagang Salahkan Kades

981

MEDIA MALANG – Keinginan Komisi A DPRD Kabupaten Malang, agar pedagang tidak menempati bangunan kios dari dana Coorporate Social Responsibility ( CSR) PG Kebonagung tidak digubris pedagang. Meskipun bangunannya baru setengah jadi,Senin pagi, sejumlah pedagang mulai berjualan, mereka menganggap pembangunan kios yang berujung masalah ini bukan kesalahan pedagang, tapi kesalahan kepala desa yang asal-asalan dalam melakukan pembangunan.
“Saya nekat menempati kios ini, karena sudah 40 tahun berjualan di sini. Sehingga, kalau pembangunan ini dihentikan dengan alasan tidak mengantongi izin, seharusnya yang bertanggung jawab adalah kepala desa. Bukannya kami, yang selama ini sudah menggantungkan hidup dari berjualan,” kata seorang pedagang, Sunarmi.
Ditambahkannya, sebelum pelaksanaan pembangunan kios dilakukan, Kades menjanjikan kepadanya untuk pindah sementara. Begitu pembangunan kios selesai, dirinya pun diperbolehkan pindah kembali ke bangunan kios.
“Kalau harus nunggu selesai pembangunan, sementara izin pembangunan tidak ada dan ini melanggar, terus bagaimana nasib saya sebagai penjual. Padahal, saya berjualan di sini, dahulunya mengurus sendiri kepala camat dan kepala desa. Dan itu, sudah berlangsung puluhan tahun,” imbuhnya.
Disinggung masalah sewa dan retribusi, Sunarmi mengatakan, dirinya dibebaskan dari pembayaran sewa dan penempatan kios. Dengan alasan, sudah perjanjian dan dirinya adalah penjual lama.”Buat apa saya membayar sewa atau penempatan. Lha wong saya ini penjual lama,” paparnya.
Ditanya mengenai ketentuan untuk pedagang lain, Sunarmi menjelaskan, memang informasinya pedagang akan dikenakan biaya penempatan dan retribusi. Termasuk, sewa bulanan yang nilainya Rp 1 juta.
“Selain membayar uang penempatan pedagang dan retribusi kebersihan, informasinya pedagang juga akan dikenakan biaya sewa tahunan Rp 1 juta. Untuk apa uang nantinya, saya tidak tahu. Yang pasti, untuk pembangunan kios dibantu oleh PG Kebonagung,” lanjut perempuan yang berjualan makanan dan minuman ini.
Bagaimana dengan pedagang baru, dirinya mengungkapkan, kalau keseluruhan kios sudah diserahkan kepada warga di Gang III atau Jalan Kauman. Warga di gang itulah, yang nantinya bakal memanfaatkan kios-kios ini.

“Informasinya sudah tidak ada yang kosong,” tambahnya.

Disinggung mengenai penggusuran saat terjadi pelebaran, Sunarmi mengatakan, bangunan yang sekarang ada, memang tidak mengantongi izin. Namun, bukan berarti bisa menggusur seenaknya. Kalau pun harus ada pelebaran, maka harus mencarikan tempat baru untuk pedagang.
“Minimal harus disosialisasikan dahulu. Selanjutnya, dicarikan tempat baru pula,” ungkapnya.

Penulis : S. Rochmat Effendi

Editor   : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Leave A Reply