Kapolri: Isu Rohingya ‘Digoreng’ untuk Serang Pemerintah

0

 

MEDIA MALANG – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bahwa kekerasan yang terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingya, sengaja dikaitkan dengan isu agama untuk menyerang kepemerintahan Joko Widodo. Informasi tersebut Tito terima dari hasil penelitian Software Opinion Analysist.

“Dari hasil penelitian itu bahwa isu ini lebih banyak dikemas digoreng untuk menyerang pemerintah,” kata Tito usai memimpin sertijab Pati Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/9).

Lebih lanjut, Tito menambahkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh rezim militer dan sipil Myanmar terhadap etnis Rohingya sengaja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang sengaja untuk membakar sensitif umat islam di Indonesia.

Tito pun tak heran jika masyarakat pengguna media sosial terutama Twitter kebanyakan mengajak umat islam untuk berantipati pada pemerintah ketimbang berusaha melakukan kegiatan kemanusiaan.

“Ini ya, isu rohingya dikaitkan dengan pemerintah dan Pak Jokowi lebih besar daripada isu soal kemanusiaan,” ujarnya.

Tito pun menuturkan kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Myanmar dibungkus dengan agama, karena itu memiliki tujuan untuk membentuk opini bahwa pemerintahan Jokowi lemah. Meski pun pemerintah sudah berusaha keras untuk membantu etnis Rohingya dengan cara mengirimkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Sumardi ke Myanmar untuk melakukan komunikasi intensif terkait krisis kemanusiaan tersebut.

Oleh karena itu, mantan Kapolda Metro Jaya ini meminta kepada masyarakat agar untuk lebih mengutamakan bantuan kepada etnis Rohingya daripada harus melakukan aksi. Apalagi, 11 ormas islam yang berafiliasi dengan pemerintah diantaranya NU dan Muhammadiyah telah bergerak membantu etnis Rohingya.

“Jadi enggak dalam aksi kekerasan, kalau ada yang mau demo kekerasan, mending enggak usahlah,” tandasnya. (*)

Editor   : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Comments are closed.