Kapolda Ungkap Ada Empat Kali Ledakan di Bangil-Pasuruan

0

MEDIA MALANG – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin mengungkapkan insiden ledakan di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, itu terjadi hingga empat kali.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolda saat berkunjung ke lokasi kejadian, Kamis (5/7). Yang pertama dan kedua terjadi sekitar jam 11.30 WIB di rumah  AB (43), Kelurahan Pogar, Pasuruan. Sementara, ledakan yang ketiga dan keempat terjadi di jalan desa.

“Bom meledak yang pertama itu diduga kuat tidak disengaja alias meledak tidak pada waktunya. Bom yang meledak pertama ini jenisnya bom rakitan yang digunakan untuk bom lempar,” katanya pada wartawan.

Kapolda menjelaskan, material bom tersebut berisi benda tajam seperti paku dan gotri, peluru yang biasanya digunakan untuk senapan angin. Ukuran bom tersebut juga kecil menyerupai bom ikan atau bondet.

Pihaknya menduga, bom lempar ini sebenarnya akan digunakan di tempat yang lain, namun bom meledak tanpa disengaja.

Untuk ledakan bom yang kedua, tambah Kapolda, meledak saat warga mulai berkerumun di dalam rumah. Warga penasaran dengan kejadian ledakan pertama.

Pemilik rumah, AB juga sempat memperingatkan warga untuk keluar dari dalam rumah, tapi warga tidak menghiraukan, sehingga bom tersebut dilemparkan.

Ketika meledak, lanjut dia, warga sudah berhamburan keluar dari rumah AB.

“Saat itu yang bersangkutan keluar dari dalam rumah dengan membawa dua tas yang dipanggul di depan dan belakang sambil berusaha lari,” beber Kapolda.

Warga juga berupaya mengejarnya. AB mulai panik, sehingga ia melemparkan tas yang dibawanya ke arah warga dan meledak. Sedangkan, satu tas lagi dilemparkan ke arah Kapolsek Bangil Kompol M Iskhak dan meledak. Beruntung, kapolsek bisa menghindari ledakan itu.

“Setelah gagal melukai warga dan kapolsek, AB ini pulang dan mengambil sepeda motor lalu melarikan diri, ” ungkap Kapolda.

Namun, ketika naik sepeda motor, AB sempat mendapatkan tembakan dari senapan angin milik warga. Ia diduga mengalami luka di bagian dada sebelah kiri. Selain itu, warga juga melemparnya dengan bambu.

Sementara itu, polisi telah mengamankan istri AB, sedangkan anaknya yang masih berusia 2,5 tahun dibawa ke RS Bhayangkara, Surabaya. Ia mengalami luka yang cukup parah, akibat terkena serpihan material bahan ledakan. Ironisnya, kedua orangtua korban tidak mengalami luka.

Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan material bom berupa paku dan gotri, satu bom lempar aktif yang belum diledakkan, bom panci namun belum dirakit, komputer, sepeda mini, sangkur, beberapa senjata tajam dan sejumlah benda lainnya.

Hingga kini, rumah milik Saprani tersebut masih dijaga aparat bersenjata lengkap. Rumah tersebut juga diberi garis polisi, memastikan yang tidak berkepentingan masuk. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.