Jenazah Korban Bom di Surabaya Disambut Isak Tangis Keluarga

0

MEDIA MALANG – Jenazah Mayawati (82), salah seorang korban bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya tiba di Kota Malang, Senin (14/5) dan disemayamkan di Yayasan Gotong Royong, Kota Malang.

Maria Hamdani (45), keponakan korban mengungkapkan sebelum kejadian itu, bibinya sempat mengirim pesan pendek (SMS) kepadanya untuk berangkat ke gereja. “Pada waktu itu jam 4 pagi sudah SMS ke saya mau ke gereja,” katanya pada wartawan.

Ia mengaku panik ketika ada kabar jika gereja yang menjadi tempat ibadat bibinya terjadi ledakan bom. Dirinya juga mengirimkan pesan singkat ke bibinya, tapi tidak ada jawaban.

“Saya mengirimkan SMS tanya kabar beliau sudah pulang atau belum, tidak ada jawaban. Terus saya telpon, handphone-nya dua-duanya tidak ada jawaban,” katanya.

Dirinya tidak berpikiran yang negatif jika bibinya menjadi korban, hingga dirinya dapat kabar korban-korban yang mirip dengan bibinya.

Kaget dengan informasi yang didapatnya, ia berinisiatif untuk mencari kabar ke sejumlah rumah sakit dan menemukan bahwa bibinya dirawat. Bibinya sempat menjalani perawatan, tapi akhirnya meninggal dunia.

Tubuhnya mengalami luka yang cukup serius. Ia mengalami patah tulang di bagian dadanya. Bagian bawah tubuhnya juga hancur akibat ledakan bom tersebut.

“Beliau sudah dioperasi, sudah diusahakan semaksimal mungkin, tapi meninggal jam 19.00 di Dr Soetomo,” ujarnya.

Ia sedih dengan kejadian yang menimpa bibinya itu, tapi tetap berupaya untuk sabar. Hingga kini, keluarga masih berembug membahas apakah jenazahnya akan dikremasi atau dimakamkan.

Maria menambahkan, bibinya sebenarnya warga Blitar, namun sudah lama indekos di kawasan Ngagel Jaya, Surabaya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.