Viewed 6 Times

Jembatan Kaca ala China ada di Malang

0

MEDIA MALANG – Sebuah jembatan kaca ala China saat ini ada di Kota Malang. Jembatan yang melintang di Sungai Brantas itu menghubungkan dua kampung tematik yaitu Kampung Wisata Jodipan (KWJ) Kelurahan Jodipan dan Tridi di Kelurahan Kesatrian, Malang.

Walikota Malang Moch Anton mengemukakan pembangunan jembatan tersebut memanfaatkan dana “Corporate Social Responsibility” (CSR) PT Inti Dayaguna Aneka Warna. Jembatan ini didesain oleh Mahasiswa Teknil Sipil UMM.

“Pembangunan ini memanfaatkan dana CSR, menghabiskan dana Rp1,25 miliar, murni non APBD,” katanya pada wartawan, setelah pembukaan jembatan tersebut, Senin (9/10).

Jembatan kaca tersebut pertama di Indonesia. Peresmian jembatan yang disebut “Jembatan Kaca Ngalam Indonesia” itu dihadiri langsung oleh Walikota Malang Mochamad Anton, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan, serta Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana) Steven Antonius Sugiharto.

Badan jembatan didominasi warna kuning emas, dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter sehingga bisa digunakan dua jalur atau dua orang yang berjalan berpapasan. Diestimasikan, jembatan tersebut dapat menampung sekitar 50 orang dan menanggung beban hingga 250 kilogram.

Lokasi KWJ dan Kampung Tridi tersebut terletak berseberangan dan dipisahkan aliran Sungai Brantas. Sebelum jembatan dibangun, wisatawan yang ingin menikmati kedua sisi kampung harus menaiki puluhan anak tangga dan memutar lewat jembatan Bbrantas. Dengan munculnya jembatan kaca tersebut menjadi fasilitas baru bagi pengunjung sekaligus alternatif bagi pengunjung. Diharapkan, selain mempermudah akses, kekerabatan antar kampung kian rekat untuk mempercantik Kota Malang.

Selain itu, lantaran berlantai kaca, warga dan pengunjung diajak menikmati pemandangan dasar sungai dari atas jembatan. Kaca yang transparan memiliki sensasi tersendiri layaknya Jembatan Kaca di Zhangjiajie China. Kini, jembatan kaca menjadi spot foto baru bagi nitizen yang kerap mengunggah foto-foto menariknya di media sosial.

Pembangunan jembatan tersebut diinisiasi delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM yang tergabung dalam kelompok praktikum Public Relations (PR) Guys Pro. Lahirnya KWJ menjadi inspirasi bagi berdirinya Kampung Tridi yang berada di seberang sungai. Sejak diresmikan September 2016, kedua kampung itu selalu padat pengunjung.

Sementara jembatan kaca merupakan hasil desain dua mahasiswa Teknik Sipil UMM, yaitu Mahatma Aji dan Khoriul di bawah binaan dosen mereka, Ir. Lukito Prasetyo. Hal itu lantaran pengalaman mereka sebagai Juara Umum Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Tahun 2015. Untuk pembangunan, mereka difasilitasi oleh Indana, pemilik produk Mix One.

Menurut Lukito, jembatan ini tidak hanya memiliki fungsi penghubung semata, tapi juga memiliki nilai estetika. Oleh sebab itu, dari sekian desain yang dipamerkan pada Walikota Malang, terpilihlah model jembatan gantung dengan tambahan kaca sebagai material pijakannya. “Agar pada malam hari, pijakan jembatan yang terbuat dari kaca dapat memperlihatkan lampu-lampu yang indah,” ujar Lukito.

Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan dengan membutuhkan waktu sekitarlima bulan, yaitu sejak 8 Mei hingga 7 Oktober 2017.

Sementara itu, Vice President PT Indana Paint, Steven A. Sugiarto selaku CSR pembangunan jembatan kaca menambahkan, pertumbuhan kampung tematik secara langsung telah merubah stigma negatif kampung kumuh. Karena wisatawan, baik lokal ataupun mancanegara terbukti banyak yang tertarik untuk menikmatinya langsung.

Kali ini, proses pengembangan kampung tematik di Kota Malang menurutmya juga masih dikerjakan. Salah satunya adalah Kampung Biru Arema yang ditargetkan untuk segera terealisasi dalam waktu dekat. Sehingga dapat menambah destinasi baru bagi dunia pariwisata di Kota Malang. “Setelah diresmikan, saya harap jembatan dijaga dengan baik,” urainya lagi. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.