Viewed 35 Times

Jelang Berakhirnya Jatuh Tempo, Pemkot Ingatkan Bayar Pajak

0

MEDIA MALANG – Pemerintah Kota Malang, mengingatkan wajib pajak untuk tidak telat membayar pajak menjelang berakhirnya jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan pada 31 Juli 207.

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang Ade Herawanto mengemukakan masa jatuh tempo tinggal satu pekan lagi. Ia menghimbau para Wajib Pajak (WP) PBB Perkotaan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

“Jika sudah melewati masa jatuh tempo, maka WP akan dikenai denda administrasi sebesar 2 persen tiap bulannya hingga maksimal denda 48 persen,” kata mantan Kabag Humas Setda Kota Malang ini pada wartawan, Rabu (19/7).

Ia juga mengatakan, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB Perkotaan sudah mulai didistribusikan ke seluruh wilayah Kota Malang. BP2D sudah mendistribusikan sekitar 300 ribu lembar SPPT PBB Perkotaan masa pajak 2017 ke-57 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, Klojen, Sukun dan Kedungkandang.

Ade menyebut, kegiatan itu sengaja dilakukan, sebagai komitmen BP2D dalam memberikan dan meningkatkan layanan perpajakan daerah, khususnya PBB kepada masyarakat. Mengacu data yang telah dihimpun BP2D hingga pekan ini, dari sektor PBB Perkotaan telah masuk penerimaan senilai Rp.37,8 Miliar dari target sebesar Rp.56,8 Miliar.

Ade juga menegaskan tetap aktif menggalakkan sistem jemput bola dalam menerapkan pelayanan prima kepada masyarakat. Beberapa program dibuat untuk memenuhi target, dengan sosialiasi, membuka stand pelayanan dengan Mobil Pajak Keliling Multifungsi ke pusat keramaian, area perbelanjaan hingga kampung-kampung.

Ade berharap, dengan sistem jemput bola seperti ini masyarakat sekitar khususnya para WP dapat memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin selagi tim BP2D berkeliling ke tiap-tiap wilayah Kota Malang.

“Dengan begini pelayanan semakin dekat dengan masyarakat, sehingga lebih mudah dijangkau dan lebih efektif. Ini sekaligus mempercepat proses pembayaran PBB sebelum melewati masa jatuh tempo,” kata alumni Universitas Gadjah Mada tersebut. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.