Viewed 228 Times

Isu Pengaturan Skor Timnas SEA Games Mencuat, Aji Santoso Membantah

0

MEDIA MALANG – Isu pengaturan skor atau match fixing yang menyelimuti sepak bola Indonesia dan timnas U-23 yang gagal menoreh prestasi pada ajang SEA Games 2015 membuat pelatih timnas Aji Santoso kebakaran jenggot. Aji Santoso meminta seseorang berinisia BS yang menyebarkan isu tersebut dan melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri untuk membuktikan keterlibatannya dalam pengaturan skor.

“Saya justru senang dengan tuduhan itu dan harus dibuktikan. Kalau benar begitu silahkan dibuktikan apa ada tim pelatih, pemain atau manajer yang terlibat. Saya sebagai penanggung jawab, saya jamin tidak pernah melihat adanya pengaturan skor. Menurut saya itu hanya rekayasalah,”kata Aji Santoso, saat bersama Wartawan di Akademi Sepak Bola ASIFA miliknya, sore tadi, di Kota Malang.

Menurut Aji Santoso, terkait tudingan pengaturan skor di SEA Games itu dirinya akan mencari nama terang seseorang yang berinisial BS yang nota bene pernah menjadi pemain bek PS Asahan. Dia juga meminta manajer timnas untuk mencari BS.”Untuk menemukan BS itu sangat gampang, tinggal diusut satu persatu di PS Asahan,dan siapa inisial BS itu sebenarnya,” ujarnya.

Aji Santoso mengatakan Tuduhan itu menjadi hal positif untuk memperbaiki sepak bola Indonesia, jika BS bisa membuktikannya. Tapi sebaliknya, jika BS tidak bisa membuktikan isu suap itu, dirinya akan menuntutnya secara hukum.

“Saya akan minta manajer untuk menuntut BS secara hukum, karena tudingan itu sangat keji. Paling tidak BS harus merehabilitasi nama-nama di Timnas U 23,”tegasnya.

Isu pengaturan skor ini terungkap, setelah tim advokasi bernama#IndonesiaVSMafiaBola melaporkan adanya dugaan permainan skor ke Bareskrim, setelah mendapat kuasa dari seseorang berinisial BS yang menjadi runner atau perantara bandar judi di Indonesia dengan mafia bola asal Malaysia yang disebut bernama Das.

Sebagai bukti jika kasus permainan skor memang benar adanya, tim kuasa hukum BS dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Jakarta, Asep Komarudin didampingi Muhammad Isnur dan Erasmus Napitupulu dari Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) memutar rekaman percakapan antara BS dan Das yang isinya masih sebatas indikasi bahwa dugaan skor di SEA Games itu ada.

“Indikasi pengaturan skor sangat kuat. Namun, kami tidak bisa menyimpulkan bahwa ada pemain dan manajemen timnas yang terlibat,” katanya seperti dilansir di Jawa Pos.

Penulis : Dix’s Fibriant

Editor   : Putra Ismail

 

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.