Istri Wali Kota Batu Ajukan Gugatan Hasil Pilkada

0

MEDIA MALANG – Tim kuasa hukum Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi mempersiapkan berkas untuk mengajukan gugatan hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tim Dewanti yang juga istri Wali Kota Batu itu diajukan seiring dengan temuan sejumlah pelanggaran pilkada, 9 Desember 2015.

“Gugatan ke MK masih kami persiapkan. Kami masih kumpulkan bukti-bukti,” kata Tim Kuasa Hukum pasangan Dewanti-Masrifah Martin Hamonangan di Malang, Selasa.

Dalam temuannya, tim kuasa hukum mengindikasikan adanya politik uang serta pemberian barang berupa sarung, mukena, serta peralatan elektronik selama kampanye yang dilakukan tim pasangan calon Bupati Rendra Kresna dan calon Wakil Bupati Muhammad Sanusi, sebelum pilkada digelar.

Bahkan, tim juga menemukan adanya keterlibatan sejumlah kepala dinas dan kepala desa yang ikut menjadi tim sukses selama kampanye Rendra dan Sanusi tersebut. Mereka menilai, hal itu merupakan pelanggaran pilkada.

Selain menggugat ke MK, tim kuasa hukum juga akan menggugat penyelenggara pilkada yaitu KPU serta Panwaslu Kabupaten Malang. Mereka dinilai tidak adil dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.

Tim menemukan banyak masyarakat yang belum menerima formulir c6. Selain itu, untuk gugatan ke panwaslu, karena lembaga pengawas itu dinilai tidak pernah menindaklanjuti laporan tim pemenangan Dewanti-Masrifah terkait pelanggaran pilkada. “Kami juga akan laporkan penyelenggara pilkada ke DKPP,” katanya.

Pilkada Kabupaten Malang diikuti tiga pasangan calon, dan hasil hitung cepat petahana Rendra Kresna sementara unggul. Pasangan itu memperoleh 52 persen, pasangan Dewanti-Masrifah 44,02 persen, dan pasangan dari jalur perseorangan Nurcholis dan Mufidz 3,9 persen.

Pilkada di Kabupaten Malang diikuti 2.051.279 pemilih. Aspirasi mereka disalurkan di 3.672 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 33 kecamatan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.