Cegah Radikalisme, Rektor UB Usul Intelijen Masuk Kampus

0

MEDIA MALANG – Rektor Universitas Brawijaya Kota Malang, Mohammad Bisri mengusulkan agar intelijen bisa memasuki kampus sebagai upaya preventif dan represif demi mencegah terjadinya radikalisme masuk kampus.

“Kalau saya, ini kampus milik negara. Intelijen harus masuk atas izin pimpinan kampus. Upaya itu paling efektif sebagai upaya represif,” kata Bisri pada wartawan Rabu (6/6).

Ia mengatakan, untuk mendeteksi radikalisme tentunya tidak mudah, sehingga diperlukan kebijakan untuk memadukan preventif dan represif di perguruan tinggi.

Selama ini, perguruan tinggi sudah melakukan berbagai upaya dalam menangkal radikalisme misalnya melalui penerapan mata kuliah umum agama dan kewiranegaraan.

Bahkan, organisasi intrakampus mulai eksekutif mahasiswa, badan eksekutif mahasiswa hingga unit kegiatan mahasiswa, kini juga sudah diawasi secara ketat.

Namun, ia menegaskan upaya tersebut tidak bisa menjamin sepenuhnya kampus aman dari berbagai bibit radikalisme, sehingga keterlibatan intelijen sangat dibutuhkan. Pihak kampus tidak memiliki kemampuan intelijen seperti TNI, Polri dan Badan Intelijen Negera (BIN).

Bisri juga menegaskan, untuk intelijen masuk kampus tersebut dalam pelaksanaannya tetap berkoordinasi dengan pimpinan kampus. Terlebih lagi di kampus juga banyak organisasi kemahasiswaan.

“Apa ada jaminan ekstra kampus yang masuk kampus tidak menimbulkan konflik di bidang lain, misalnya pilihan rektor, pilihan eksekutif mahasiswa dan apalagi di tahun politik,” ujarnya.

Bisri juga menambahkan, dirinya tidak alergi dengan intelijen sehingga berpendapat lebih menyetujui personil intelijen masuk kampus, sebab perguruan tinggi negeri itu milik negara.

“Saya tidak alergi. Universitas Brawijaya ini milik negara, bukan milik rektor,” katanya.

Walaupun masih usulan, untuk saat ini dari pihak kampus selalu koordinasi dengan kepolisian.

“Saya selalu berkoordinasi dengan kepolisian terkait perizinan kegiatan yang rawan menimbulkan gejolak maupun radikalisme,” kata Bisri. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.