Viewed 62 Times

Inilah Delapan Fakta Ajaib Seputar ASI

0

MEDIA MALANG – Air susu ibu merupakan asupan terbaik bagi pertumbuhan bayi. Selain mengandung nutrisi yang lengkap, ASI juga dipercaya memberikan kekebalan tubuh dan manfaat psikologi untuk kesehatan bayi.

Setiap masyarakat memiliki bermacam mitos tersendiri tentang ASI dan menyusui. Namun tak banyak yang mengetahui fakta unik tentangnya. Berikut beberapa di antaranya, dikutip dari laman Deutche Welle (DW):

Proses produksi ASI

Susu ibu terbentuk sejak masa kehamilan. Hormon progesteron dan laktogen mengaktifkan kelenjar susu sekitar 24 jam setelah proses persalinan. Tapi bayi sendiri yang menetapkan dengan isapan pertama, apakah produksi susu akan terus berlangsung atau terhenti. Hormon Laktogen kemudian mengatur sistem saraf dan jumlah susu yang diproduksi.

Kekuatan magis

Pada pekan pertama bayi, ASI melindungi bayi dari infeksi usus, membantu pencernaan dan menjaga bayi dari flatulensi. Air susu ibu juga membantu bayi mengembangkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi diri dari alergi. Selain itu mengisap susu juga mempercepat pembentukan langit-langit mulut dan rahang.

Beragam kandungan

Daftar zat yang terkandung di dalam ASI cukup panjang. Tapi yang terpenting adalah mineral, vitamin, lemak dan asam amino. Selain ini dalam ASI terkandung Nukleotida, elemen dasar pembentuk DNA, karbohidrat yang menyumbangkan energi, protein yang mempercepat kematangan dinding dalam usus dan zat antimikroba yang bisa mendeteksi zat asing dan menetralisir dampaknya.

Jumlah produksi

Setiap hari seorang ibu bisa memproduksi hingga satu liter susu. Setiap kali menyusu, seorang bayi mengkonsumsi antara 200 hingga 250 ml. Payudara perempuan bisa memproduksi jumlah susu sesuai dengan kebutuhan sang bayi.

Masa sapih

Kalangan medis belum menemukan kata sepakat, kapan seorang ibu hentikan asupan ASI pada bayinya. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menganjurkan, setidaknya bayi mendapatkan ASI hingga berusia enam bulan. Dan bayi bisa mendapatkan makanan tambahan paling dini ketika berusia empat bulan.

Beda budaya

Berapa lama bayi menyusui, tergantung pada budaya. Perempuan di Bofi, Afrika Tengah misalnya, menyusui bayinya hingga bulan ke 53 atau selama empat setengah tahun. Selama itu sang ibu memproduksi 16.000 liter susu. Rata-rata seorang ibu di seluruh dunia menyusui bayinya selama 30 bulan.

Menyusui di depan umum

Masyarakat Eropa masih terbelah soal perilaku ibu menyusui bayinya di depan umum. Soal menyusui bayi di depan umum masih menjadi kontroversi dan isu hangat di Eropa. Sementara di sebagian besar negara-negara di Asia dan Afrika, menyusui bayi di depan umum merupakan hal yang wajar.

Beda dengan hewan

Berbeda dengan bayi manusia, bayi binatang bergantung sepenuhnya kepada pasokan susu dari induknya untuk jangka waktu lama. Bayi hewan baru bisa terbebas dari asupan susu sang induk jika sudah bisa mencari makan sendiri. Bayi kera misalnya baru disapih saat berusia antara lima dan tujuh tahun. (*)

Editor   : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Comments are closed.