Viewed 212 Times

Identifikasi Korban Helikopter Jatuh Libatkan 8 Dokter

0

MEDIA MALANG – Sebanyak 8 orang dokter forensik dari tim disaster victim identification (DVI) dilibatkan untuk proses identifikasi para korban. Hingga kini, proses identifikasi 13 korban jatuhnya helikopter TNI di Poso, Sulawesi Tengah, masih berlangsung di RS Polri, Jakarta Timur.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Ajun Komisaris Besar Jayus Suryanta menyatakan, 8 dokter itu merupakan tenaga bantuan dari beberapa polda termasuk dari RS Polri sendiri.

“Ada 8 dokter buat identifikasi, semua dokter spesialis yang ada di daerah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah termasuk dari kita,” kata Jayus seperti dikutip dari kompas.com.

Proses identifikasi akan mencocokan data ante-mortem dan post-mortem para korban. Hal itu dimaksudkan agar tim memperoleh identitas yang valid dari korban.

Jayus menyatakan, belum dapat diketahui kapan proses identifikasi selesai. “Kalau bisa lebih cepat kan lebih baik, tapi saat ini prosesnya masih berlangsung,” ujar Jayus.

Rencananya, jika sudah selesai identifikasi, jenazah para korban akan dibawa kembali ke pangkalan TNI Angkatan Udara di Halim Perdanakusuma. Kabarnya akan ada upacara secara militer untuk jenazah sebelum dimakamkan.

Sebuah helikopter TNI jatuh di perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah pada hari Minggu kemarin karena cuaca buruk. Sebanyak 13 orang tewas dalam kecelakan itu.

Naik pangkat

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada 13 anggota TNI yang gugur dalam kecelakaan helikopter di Poso, Sulawesi Tengah.

“Akan kami berikan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi dari pangkat lama kepada 13 prajurit yang gugur,” ujar Gatot seperti dikutip siaran pers Puspen TNI.

Gatot memastikan, jenazah anggotanya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Pemakaman mereka direncanakan digelar melalui prosesi upacara militer.

Saat ini, 13 jenazah tersebut masih disemayamkan di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Jakarta Timur untuk diidentifikasi. Proses tersebut bisa memakan waktu satu sampai tiga hari.

Selain kenaikan pangkat luar biasa dan penghormatan terakhir melalui upacara militer, Gatot mengatakan, TNI kan memberikan santunan kepada keluarga korban prajurit TNI tersebut. TNI akan menyekolahkan anak-anak mereka.

“Selain santunan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami akan membiayai pendidikan anak-anaknya hingga tingkat perguruan tinggi,” ujar Gatot.

Helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 jatuh di Poso Pesisir Selatan, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 17.55 Wita.

Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Tatang Sulaiman, penyebab kecelakaan sementara diduga karena faktor cuaca. Berikut nama-nama korban dari peristiwa tersebut :

1. Kolonel Inf Saiful Anwar (Danrem 132/Tdl)
2. Kolonel Inf Heri
3. Kolonel Inf Ontang RP
4. Letkol Cpm Tedy
5. Mayor Inf Faqih
6. Kapten dr Yanto
7. Prada Kiki
8. Kapten Cpn Agung
9. Lettu Cpn Wiradi
10. Letda Cpn Tito
11. Serda Karmin
12. Sertu Bagus
13. Pratu Bangkit. (*)

Editor   : Puspito Hadi

Sumber : kompas.com

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.