Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Misterius

555

Media Malang – Warga Jalan Sumbersekar RT03/RW05, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, digemparkan dengan penemuan dua mayat ibu dan anaknya tewas misterius di dalam rumahnya.

Kedua korban ditemukan tak bernyawa di dua rumah bertetanggaan yang dikelilingi pagar melingkar.

Mereka adalah Rembati (75) dan putranya Hariadi (57). Rembati ditemukan terbujur kaku di luar rumah atau persisnya sisi kanan rumahnya.

Sementara Hariadi, ditemukan tidak bernyawa di tempat duduk ruang makan. Dari pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan.

Menurut Mak Munah, warga setempat, kematian mereka terungkap, setelah warga mencium bau busuk dari dalam rumah. Karena curiga, warga selanjutnya membuka paksa pintu dan menemukan keduanya sudah membusuk.

“Sejak pagi warga mencium bau busuk menyengat dari dalam rumah korban,” katanya.

Mak Munah mengatakan warga yang penasaran dengan bau busuk tersebut memberanikan diri mendobrak pintu rumah korban dan menemukan keduanya meninggal dunia. Warga pun melaporkan kejadian ini ke polisi.

Mirisnya, meski belum ada hasil pasti dari kematian ibu dan anak itu. Namun dugaan miring pun berkembang, yakni makanan yang di konsumsi oleh keduanya mengandung racun. Hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia.

Terungkapnya peristiwa tragis itu, berawal dari kecurigaan Mak Munah, tetangga korban yang sekaligus saksi.

Biasanya, saksi diminta tolong oleh Rembati untuk membelikan makanan. Baik itu untuk makanan hewan peliharaan korban yakni ayam, maupun membelikan rawon untuk dikonsumsi sehari-hari.

Namun hari itu, saksi yang mendatangi rumah korban, hanya mendapati pintu pagar rumah yang tertutup.

Sementara saat dilihat dari luar, juga tidak nampak ada aktifitas. Karena curiga, kemudian disampaikan kepada tetangga sekitar.

Saat dilakukan pengecekan, ternyata didapati bahwa Hariadi sudah tidak bernyawa. Sementara ibunya, ditemukan di luar rumah. Kontan saja, kejadian itu pun langsung mengundang warga untuk melihat lokasi kejadian.

“Rembati selama ini tinggal sendirian di rumah. Kebetulan, di sisi rumahnya juga rumah milik anaknya, Hariadi. Karena Rembati kakinya mengalami lumpuh, korban biasanya meminta bantuan Mak Munah untuk membelikan keperluan sehari-hari,” ujar Lurah Kalirejo Desi saat bersama mediamalang.com.

Antara saksi dan korban, tambahnya, terakhir bertemu pada Rabu pagi. Saat itu, saksi diminta tolong untuk membelikan rawon.

Setelah membelikan rawon, saksi pun tidak pernah ketemu dengan Rembati.

“Rawonnya masih terbungkus di dalam rumah. Apa yang menjadi penyebabnya, masih dilakukan penyidikan petugas,” tambahnya.

Sementara, polisi yang mendapat laporan warga langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah kejadian perkara. “Kami masih selidiki, penyebab kematian kedua korban,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat, SIK kepada mediamalang.com.

Wahyu menambahkan, guna proses penyelidikan kedua jenazah diboyong ke kamar jenazah Rumah Sakit dr Saiful Anwar untuk dilakukan autopsi.

“Kita juga menunggu hasil otopsi dan tes laboratorium dari sampel air liur dan muntahan darah dan sisa makanan,” imbuh Wahyu.

Ditanya kemungkinan kedua korban adalah korban pembunuhan. Wahyu enggan berspekulasi, dirinya meminta agar proses penyelidikan dilalui hingga benar-benar bisa mengungkap penyebab kematian para korban. “Mohon tunggu hasil penyelidikan, otopsi serta lab,” tegasnya.

Menurut keterangan warga, Rembati hanya tinggal bersama putranya Hariadi yang merupakan guru di SMP PGRI 1 Pakisaji.


 

Penulis : S Rokhmad Efendi

Editor : Puspito Hadi

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.