Viewed 207 Times

Hari Ini Kaldera Bromo Dibuka Penuh

0

MEDIA MALANG – Kaldera Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah dibuka penuh, Sabtu hari ini. Kawasan dibuka setelah sebelumnya kendaraan yang masuk di kawasan kaldera dibatasi.

Kepala Balai Besar TNBTS Ayu Dewi Utari mengemukakan rencana pembukaan kawasan kaldera dilakukan setelah melalui beragam tahap. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sebelumnya secara resmi telah menurunkan status Gunung Bromo dari sebelumnya Siaga (level III) menjadi waspada (level II). Dengan keputusan itu, kawasan kaldera bromo juga telah resmi dibuka, namun masih terbatas, termasuk membatasi kendaraan yang masuk.

Namun, saat ini kawasan kaldera akan dibuka penuh. Jalur kendaraan bermotor, seperti jeep dan jalur kuda akan resmi dibuka kembali. “Pengaturan jalur kendaraan bermotor, jalur kuda dan jalur pejalan kaki akan diberlakukan. Kami meminta itu dipatuhi,” katanya kepada wartawan.

Sebelum operasional dibuka penuh, TNBTS juga sudah melakukan sejumlah yang juga melibatkan masyarakat setempat. Beberapa kegiatan itu seperti selametan budaya tengger yang dilanjutkan dengan kegiatan kerja bakti oleh seluruh pihak terkait, yaitu dari empat kabupaten di empat pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo. Acara selametan itu dilakukan secara bersama di kawasan kaldera.

Gunung Bromo berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai obyek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung ini mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah 800 meter (utara-selatan) dan 600 meter (timur-barat), sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Comments are closed.