Viewed 51 Times

Gunung Bromo Erupsi, Bandara Abdulrachman Saleh Ditutup

0

MEDIA MALANG – Aktivitas penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, terpaksa ditutup total pada Senin siang. Penutupan ini dilakukan karena abu vulkanis erupsi Gunung Bromo yang berada di langit bandara mengganggu penerbangan.

Kondisi itu membuat ribuan calon penumpang pesawat yang berangkat dari bandara tersebut gagal berangkat, sebab sejumlah maskapai penerbangan terpaksa membatalkan penerbangannya.

Pihak otoritas bandara menegaskan penutupan dan pembatalan keberangkatan ini karena dampak abu vulkanis gunung. “Kondisi ini dianggap bisa membahayakan penerbangan,” kata Kepala UPTD Bandara Abdulrachman Saleh Malang Suharno kepada wartawan, Senin.

Sementara itu, akibat gagalnya penerbangan ini, menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di bandara. Kondisi ini membuat penumpang kecewa. “Tentunya kecewa karena tidak jadi berangkat,” kata Tyas, salah seorang calon penumpang.

Para penumpang yang gagal berangkat, akhirnya menukarkan tiket di seluruh gerai maskapai di lokasi bandara tersebut. Bahkan, masing-masing maskapai juga menyediakan bus untuk mengangkut para penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan melalui Bandara Juanda, Surabaya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengemukakan erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo tersebut membawa abu vulkanik ke arah Barat-Barat Daya dan menyebabkan bandara ditutup mulai Senin (11/07) pukul 11.00 WIB hingga Selasa (12/07/2016) pukul 09.00 WIB.

“Hujan abu vulkanik tipis di sekitar bandara menyebabkan pihak otoritas bandara menutup semua aktivitas penerbangan hinga besok,” ujarnya.

Ia mengatakan, Gunung Bromo pada Senin pagi secara visual cuacanya cerah-mendung, angin tenang, suhu 9-20°C. Asap kawah teramati berwarna kelabu kecokelatan sedang-tebal, tekanan lemah-sedang. Selain itu, tinggi asap berkisar 300-1.200 meter dari puncak kawah ke arah Barat-Barat Daya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan Pos Gunung Bromo PVMBG secara seismik tremor amplitudo maksimum 1-5 mm dominan 2 mm. Kondisi itu artinya potensi erupsi kecil dengan membawa material abu vulkanik tipis masih akan berlangsung.

Terkait dengan status Gunung Bromo, Sutopo menegaskan statusnya tetap Waspada (level II). “PVMBG memberikan rekomendasi dalam status Waspada tersebut masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktiv Gunung Bromo,” tegasnya.

Ia menambahkan, Gunung Bromo tetap aman untuk wisata asal tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer. Masyarakat juga diimbau tenang, dan hingga kini tidak perlu ada pengungsian. “Pihak otoritas bandara akan terus berkoordinasi dengan PVMBG dan BMKG mengenai buka tutupnya bandara,” ujarnya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.