Gejala Diabetes yang Tak Banyak Diketahui Orang

0

MEDIA MALANG – Anda mungkin mengetahui beberapa gejala diabetes yang umum diketahui orang. Namun, Anda
juga harus tahu bahwa ada gejala-gejala yang tak diduga orang.

Diabetes tipe 2 biasanya ditandai dengan rasa haus tanpa henti, sering bolak-balik ke kamar mandi, dan
rasa kebas di kaki atau tangan.

Nah, berikut beberapa gejala diabetes yang ternyata tak diketahui banyak orang, seperti dilansir dari
Prevention:

1. Perubahan aneh pada kulit

Bercak gelap dan halus seperti beludru akan mulai bermunculan di kulit Anda. Biasanya bercak ini
muncul di belakang leher, siku, atau tulang pangkal jari. Hal ini merupakan penanda dari terlalu
tingginya gula di dalam darah.

Walaupun faktor genetis atau hormonal bisa menyebabkan perubahan pada kulit, yang biasa disebut
acanthosis nigricans.

“Ketika saya menyadari kehadiran bercak tadi, hal pertama yang saya lakukan adalah mengetes gula darah
pasien,” ujar Sanjiw Saini, MD, seorang dermatologis di Edgewater, Maryland.

“Kadar insulin yang tinggi menyebabkan peningkatan pertumbuhan sel-sel kulit, yang akan membuat
peningkatan kadar gula darah terdeteksi. Hal ini menyiratkan pasien sedang dalam proses mengembangkan
suatu penyakit,” jelas Saini.

Mengurangi berat badan–setidaknya 5 kg–berkemungkinan besar menurunkan kadar gula darah dan
menyingkirkan kondisi tadi serta mengurangi risiko diabetes. Cara lain menurutnya, dermatologis bisa
mengobati kondisi ini dengan melakukan terapi laser atau topical retina A.

1. Penglihatan Anda jadi lebih jelas
Ternyata, tiba-tiba bisa melihat dengan jelas tanpa memerlukan kacamata lagi bukanlah hal yang baik.
“Anda sering membaca bahwa pandangan yang kabur adalah gejala diabetes, padahal kenyataannya,
penglihatan bisa jadi lebih baik atau lebih buruk,” ujar Howard Baum, MD, seorang asisten profesor
kedokteran dalam bidang penglihatan diabetes di Vanderbilt University.

“Saya pernah memiliki pasien yang mengatakan penglihatannya membaik ketika kadar gula darahnya
meningkat. Dan ketika mereka mulai melakukan pengobatan terhadap diabetesnya, mereka kembali
membutuhkan kacamata.”

Apa sebabnya? Diabetes menyebabkan kadar cairan di dalam tubuh berpindah, termasuk di bagian dalam
mata Anda, yang berujung pada penglihatan yang tak menentu.

2. Anda merasa gatal tanpa henti
Jangan merasa konyol untuk mengadukan permasalahan kulit gatal Anda pada dokter. Diabetes mengganggu
peredaran darah, yang bisa menyebabkan kekeringan dan gatal pada kulit.

“Beberapa pasien saya yang baru didiagnosis dengan diabetes mengatakan mereka merasa gatal pada
tangan, kaki, dan telapak kaki. Jadi, hal itu adalah sesuatu yang harus dianggap sebagai simptom oleh
para dokter,” ujar Baum.

Jika pelembab biasa tidak mengurangi rasa gatal Anda, laporkanlah hal ini pada dokter.

3. Pendengaran Anda berubah
Jika Anda belakangan ini mulai membesarkan volume Tv atau tak bisa mengikuti suatu percakapan tanpa
meminta seseorang mengulanginya untuk Anda, sampaikan pada dokter Anda membutuhkan tes gula darah.

Suatu studi yang dilakukan oleh National Institute of Health menyiratkan bahwa kehilangan pendengaran
bisa jadi adalah gejala awal dari diabetes.

Orang dengan gula darah di atas normal namun belum memenuhi kriteria untuk diabetes, memiliki
kemungkinan sebanyak 30 persen mengalami gangguan pendengaran dibandingkan mereka dengan kadar glukosa
yang normal.

Para peneliti percaya, diabetes merusak pembuluh darah dan saraf pada bagian dalam telinga yang
menyebabkan berkurangnya pendengaran.

3. Pendengaran Anda berubah
Jika Anda belakangan ini mulai membesarkan volume Tv atau tak bisa mengikuti suatu percakapan tanpa
meminta seseorang mengulanginya untuk Anda, sampaikan pada dokter Anda membutuhkan tes gula darah.

Suatu studi yang dilakukan oleh National Institute of Health menyiratkan bahwa kehilangan pendengaran
bisa jadi adalah gejala awal dari diabetes.

Orang dengan gula darah di atas normal namun belum memenuhi kriteria untuk diabetes, memiliki
kemungkinan sebanyak 30 persen mengalami gangguan pendengaran dibandingkan mereka dengan kadar glukosa
yang normal.

Para peneliti percaya, diabetes merusak pembuluh darah dan saraf pada bagian dalam telinga yang
menyebabkan berkurangnya pendengaran. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Comments are closed.