Viewed 163 Times

Ganda Campuran Alfian/Masita Buat Kejutan di Indonesian Masters

0

MEDIA MALANG – Pertandingan para pemain bulutangkis sudah digelar. Dalam kesempatan ini, di babak pertama ganda campuran yang merupakan pasangan baru Alfian Eko Prasetya/Masita Mahmudin berhasil menumbangkan unggulan keempat, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja, yang juga merupakan rekan sepelatnas mereka. Pasangan Alfian/Masita menang setelah bermain tiga game dengan skor 21-13, 15-21, 21-19 dalam turnamen Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015, di Malang.

“Kami merasa tampil kurang baik, terutama saya yang banyak error. Karena melawan teman sendiri, jadi kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Alfian/Masita bermain lebih safe, mereka juga pasangan baru, jadi mainnya nothing to lose,” ujar Edi kepada wartawan, Selasa hari ini.

Di game pertama, Alfian/Masita bermain cerdik dengan memanfaatkan kesempatan untuk menyerang pertahanan Edi/Gloria. Keduanya terus unggul dari awal permainan dengan skor 6-1 hingga 12-6 dan akhirnya berhasil merebut game pertama.

Edi/Gloria tak mau kalah begitu saja. Mereka pun mengubah taktik dengan lebih banyak menurunkan bola serta bermain dengan tempo yang lebih cepat. Alfian/Masita sempat kesulitan menghadapi hal ini, mereka pun mesti merelakan game kedua.

Game ketiga berlangsung ramai. Perbedaan angka pun tak pernah terpaut jauh. Kedua pasangan tampak saling adu drive dan tak mau mengangkat bola demi menutup kesempatan lawan untuk menyerang. Pada saat-saat kritis, Edi/Gloria lebih banyak melakukan kesalahan sendiri, seperti gagal menyeberangkan bola dari net.

Alfian/Masita mengaku baru beberapa kali latihan jelang turnamen ini. Alfian yang sebelumnya berpasangan dengan Anissa Saufika, baru saja kembali ke Jakarta setelah mengikuti turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2015.

Edi dikonfirmasi mengatakan dalam pertandingan ini sangat menikmati pertandingan, sehingga bisa tampil dengan maksimal. Ia bangga sebab dalam pertandingan ini banyak mendapatkan poin. “Hari ini kami banyak menyerang, dari situ kami banyak dapat poin,” ungkap Alfian.

Sedangkan Masita mengatakan kekompakan salah satu kunci dalam kemenangannnya hari ini. “Kami cepat menurunkan bola, ini menjadi kunci utama kemenangan kami hari ini. walaupun baru beberapa kali latihan bareng, tapi kami di tim ganda campuran sering latihan bersama dan tukar-tukar pasangan, jadi sudah biasa,” tambah Masita.

Sementara itu, sektor ganda putri dinilai sebagai sektor yang paling berat dalam upaya membawa pulang gelar di turnamen ini. Pasangan andalan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akan mendapat tantangan dari wakil Tiongkok, Yu Yang/Tang Yuanting.

Jika lolos, Greysia/Nitya diperkirakan akan bertemu dengan Yu/Tang di babak final. dalam catatan rekor pertemuan kedua pasangan, Greysia/Nitya belum berhasil menang dari total tiga laga yang sudah berlangsung.

“Saya rasa Greysia/Nitya pasti punya keingingan untuk membalas kekalahan atas Yu/Tang. Sektor ganda putri memang perlu kerja keras untuk mengambil gelar, tantangan terberat memang di nomor ini. Tiongkok adalah lawan terberat kami,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky.

Sebelum ke final, Greysia/Nitya kemungkinan mesti melewati lawan-lawan dari negeri sendiri atau bahkan dari Malaysia dan Korea. Sebagai unggulan pertama, pasangan peraih medali emas Asian Games Incheon 2014 ini memang diperkirakan belum menemui lawan berarti di babak-babak awal.

Greysia/Nitya yang kini duduk di peringkat empat dunia, tengah berusaha menambah poin sebanyak mungkin demi mengamankan posisi mereka ke olimpiade Rio de Janeiro 2016 mendatang.

Selain Greysia/Nitya, sektor ganda putri juga diperkuat pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah, Suci Rizki Andini/Maretha Dea Giovani, dan sebagainya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor    : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.