Emil Salim Desak Pemerintah Perbaiki Ekonomi Daripada Mikir Kereta Cepat

0

MEDIA MALANG – Mantan Menteri Perhubungan era orde baru dan ekonom senior Emil Salim mengkritisi rencana pemerintah membuat proyek kereta cepat atau High Speed Train (HST) Jakarta – Bandung di saat nilai rupiah merosot. Emil Salim meminta agar pemerintah memperbaiki ekonomi lebih dulu daripada memikirkan kereta cepat.

Emil Salim mengatakan proyek kereta cepat oleh pemerintah belum terlalu dibutuhkan, mengingat nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah. “Melihat kondisi rupiah yang terus melemah terhadap dolar sebaiknya semua pengeluaran yang menggunakan dolar Amerika Serikat ditahan, sebab hal tersebut akan mendorong permintaan dolar Amerika Serikat outflow,” tutur Emil Salim saat bersama Media Malang, Jum’at siang, di Kota Batu.

Ia menjelaskan meskipun proyek kereta cepat akan diserahkan kepada investor asing, tapi untuk saat ini keberadaan kereta cepat bukan prioritas utama dan belum diperlukan di Indonesia.” Pemerintah sebaiknya jangan melakukan usaha-usaha yang memperbanyak kewajiban Indonesia untuk membayar dollar,” tegasnya.

Kata Emil Salim, nafsu pemerintah memiliki kereta cepat tersebut lebih baik ditunda. Saat ini pemerintah harusnya memperhatikan kebijakan moneter perbankan untuk meningkatkan employement dan meniru kebijakan Amerika Serikat yang memutuskan tetap mempertahankan suku bunga.

“Kita mesti bercermin kepada kebijakan Amerika Serikat yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga meski sempat menjadi perdebatan, dengan pertimbangan untuk meningkatkan employement. Jadi cara berfikir bunga tidak dinaikkan supaya employement bisa naik. Mengapa cara berfikir seperti ini tidak diterapkan di Indonesia juga? Kalau ada putus kerja, PHK, dan lain-lain kenapa bunga tinggi tidak turun supaya unemployement tidak naik,” harap Emil menutup pembicaraan. (*)

Penulis : Galuh Pandu Larasati

Editor : Dix’s Fibriant

Comments are closed.