Viewed 53 Times

Ekonom Faisal Basri Sorot Kinerja Menteri Rini yang Banyak Kesalahan

0

MEDIA MALANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tengah disorot terkait rekaman percakapan bagi-bagi saham atas proyek yang digarap oleh PLN bersama Pertamina. Percakapan tersebut mengeluhkan jatah saham yang akan diterima oleh PLN lebih kecil dari yang seharusnya.

Pengamat Ekonom Faisal Basri bicara blak-blakan dan menyebut perbuatan itu tidak asing dilakukan oleh Rini Soemarno. Faisal Basri pun mengaku memiliki banyak catatan tentang track record-nya.

“Rini Sumarno itu sudah melakukan tindakan-tindakan semena-mena, vulgar bukan pertama kali ini. Saya heran kalau kalian selama ini diam. Rini Sumarno ini orang yang melanggar aturan,” kata Faisal Basri usai bicara di Seminar Nasional Konferensi Regional Akuntansi (KRA) di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Kamis (3/5).

Faisal Basri memberi contoh tentang pengambilalihan pabrik gula Gendis Madu Manis di Rembang, Jawa Tengah. Pabrik itu milik Kamajaya dengan kredit macet sebesar Rp 1,3 triliun. “Saat itu diminta Rini untuk diambil alih oleh PTPN. PTPN nggak mau, komisaris sama direksinya dipecat,” tegasnya.

Sebelum itu, padahal PTPN meminta dilakukan kajian terlebih dulu sebelum dilakukan pengambilalihan pabrik tersebut. Kajian saat itu dilakukan oleh Bahana. “Bahana bilang ada 4 syarat supaya pengambilalihan tidak merugikan. Karena 4 syarat itu tidak bisa dipenuhi makanya direksi nya tidak mau,” kisahnya.

Akhirnya Rini menyuruh Bulog untuk mengambil alih pabrik gula tersebut. Bulog, badan urusan logistik yang usahanya stabilitasasi harga akhirnya sekarang memiliki pabrik gula. “Sekarang Bulog punya pabrik gula. Dia mau operasi pasar, dia ambil gulanya dulu dong. Ini negara apa? Rini Soemarno yang bikin semuanya rusak itu. Dan itu didiamkan,” katanya.

Tidak cukup sampai di situ. Mentri Rini meminta BRI untuk menghapus kredit macet Gendis Madu Manis. Dari semula Rp 1,3 triliun menjadi Rp 800 miliar, yang tentu merugikan BRI. “Rini Sumarno mah gitu. Ini sih kecil, masih abstrak ini. Ini sudah terjadi, itu kerugiannya belum. Kelakuan Rini Sumarno, tidak heran. Itulah Rini Somarno. Herannya dibiarkan. Herannya kenapa dipertahankan oleh Presiden,” tegasnya.

“Tanya Presiden, jimatnya apa, kok sakti banget. Padahal sudah melakukan kesalahan berbagai macam,” sambungnya menegaskan.

Faisal Basri juga mencontohkan tentang tindakan Rini yang mengobok-obok Pertamina. Rini dinilai sebagai pihak yang harus bertanggungjawab. “Pertamina yang obok-obok Rini Soemarno. Dulu Dwi Soejipto bagus, untungnya sempat naik. Dipasanglah orangnya, bernama Ahmad Bambang sebagai Wadirut. Jadi ada dua bintang di Pertamina,” katanya.

Karena Pak Dwi Soejipto orang luar Pertamina, diintimidasi dari dalam. Sekarang Ahmad Bambang kerja untuk Rini, sebentar lagi jadi Dirut Pertamina. Rini menurut Basri wajib diganti dari posisinya karena kesalahannya yang sudah banyak.

“Jadi orang itu baik tidak tiba-tiba, jahat juga tidak tiba-tiba. Jahat berteman orang jahat, kalau minyak sama air tindak bisa digabung,” katanya. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

 

Comments are closed.