Viewed 330 Times

Dulu, Malang Surga Burung Enggang

0

MEDIA MALANG – Kawasan Hutan di pesisir selatan Kabupaten Malang? puluhan tahun lalu menjadi surga bagi Burung Enggang atau Burung Rangkong. Namun, saat ini populasi burung berparuh besar tersebut menyusut karena perburuan dan perdagangan di pasar gelap.

“Dua puluh tahun lalu, Malang menjadi surga bagi Burung Rangkong,” kata peneliti ?burung dari Protection of Fauna and Flora (PROFAUNA), Made Astuti dalam diskusi bersama jurnalis di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, ?Minggu siang.?
?
Menurut Made, Burung Rangkong tersebut menyusut karena banyaknya perburuan yang dilakukan masyarakat. Selain untuk ?diperdagangkan, burung ini dipelihara atau diambil paruhnya. “Harga paruh rangkong sangat mahal,” ungkapnya.
?
Di Malang, ?Burung Rangkong ini banyak ditemukan di kawasan perairan Pantai Sendang Biru. Habitatnya tersebar di sejumlah hutan lindung Lebakharjo dan Pulau Sempu, dan biasa bersarang di dalam pohon besar.
?
“Burung Rangkong membutuhkan batang pohon besar untuk bersarang dan bertelur. ?Jika terbang dia lebih suka terbang berkelompok, jumlahnya bisa mencapai 25 ekor,” katanya.?

Dari hasil pengamatan, Made mengatakan burung ini merupakan burung pemakan buah dan biji-bijian. Ia juga mempunyai peran penting dalam penyebaran bibit tanaman di hutan.

“?Burung Rangkong memakan biji dan buah, sehingga burung rangkong ikut menebar biji dan bibit tanaman,” paparnya.

Sayangnya, ?banyaknya penebangan pohon di hutan membuat habitat burung ini punah dan menghilang. “Saat ini, Burung Rangkong yang terbang berkelompok sulit ditemukan lagi,” pungkasnya.
?
?Penulis : Dix’s Fibriant

Editor : Puspito Hadi?

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.