Viewed 282 Times

Dua Pasar Digerojok Anggaran Rp 1,9 Miliar

890

Media Malang – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpar) Kabupaten Malang menggelontorkan dana Rp. 1,9 Milliar untuk perawatan pasar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk pembangunan dua pasar di wilayah Kabupaten Malang, yakni pasar Bantur dan pasar Ngantang.

Menurut Kepala Disperindagpar, Helijanti Kuntari, dana senilai Rp. 1,9 milliar itu akan dialokasikan sebagai dana perawatan dan dana tugas pembantuan (TP).”Dana pasar Rp.700 juta, dan dana tugas pembantuan sebesar Rp.5 milliar,” katanya.

Helijanti menjelaskan dari dua pasar itu, masing-masing pasar Bantur dan Ngantang akan mendapatkan nilai dana yang berbeda. Khusus Pasar Ngantang, nantinya akan mendapatkan porsi sedikit lebih besar dari pembagian dana tersebut.

“Dana yang disiapkan tersebut adalah dari dana alokasi khusus (DAK) tambahan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Meski tidak mengurai secara rinci mengenai pembagian dana, namun Helijanti berharap, bantuan itu nantinya bisa dioptimalkan untuk membenahi segala fasilitas di dalam pasar. Diantaranya, mulai atap hingga kerusakan lain di dalam pasar. Dengan solusi itu, kondisi pasar menjadi kian nyaman.

“Alokasi dana yang diberikan, memang tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi di dalam pasar. Hanya saja, dengan bantuan itu diharapkan bisa bertahap digunakan untuk pembenahan. Sehingga, tingkat kerusakan pasar menjadi tidak terlampau parah,” tegasnya.

Ditambahkannya, Pasar Ngantang menjadi perhatian serius, karena pasca erupsi Kelud masih belum ada sentuhan perbaikan. Karena alasan itu, makanya bantuan pemerintah pusat salah satunya akan dialokasikan ke pasar tersebut.

“Tingkat kerusakan di Pasar Ngantang lumayan besar. Makanya, dari bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk pembenahan. Dengan begitu, gairah transaksi jual-beli di pasar itu kian maksimal,” paparnya.

Penulis : S. Rochmad Effendy

Editor : Putra Ismail

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.